Ma’ruf Amin Hadiri Pembukaan Musyawarah Nasional XXI PMI 2019

Jakarta, MINA – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, Senin (16/12) membuka Musyawarah Nasional XXI Palang Merah Indonesia (PMI) 2019 di Jakarta.

Selain Ma’ruf Amin, acara itu juga dihadiri oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla serta Ketua Harian PMI Ginanjar Kartasasmita.

Pada sambutannya, Ma’ruf Amin mengapresiasi kinerja PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya cepat dalam menanggapi bencana alam di daerah.

“Tugas menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan dalam misi kemanusiaan itu telah dilakukan dengan baik oleh PMI. PMI telah berkembang menjadi organisasi kepalangmerahan yang mandiri dengan reputasi yang sangat baik di Indonesia serta di dunia internasional,” kata Ma’ruf.

Ia menyebutkan, dalam sejumlah bencana alam yang terjadi beberapa waktu terakhir, PMI selalu berperan menangani korban dan membantu proses rehabilitasi pascabencana, seperti di Palu dan Lombok.

“Saya mencatat beberapa kontribusi PMI, termasuk penanganan pasca-tsunami dan gempa bumi di Aceh dan Nias, mulai dari masa tanggap darurat sampai selama periode rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah tersebut. PMI juga terlibat secara penuh dalam misi kemanusiaan pascagempa bumi di NTB, serta gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, tugas-tugas kemanusiaan harus dilakukan bersama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pihak swasta. Karena itu, kerja sama antara PMI dan Pemerintah Indonesia akan menjadi upaya optimal dalam menanggulangi persoalan penanganan bencana dan masalah kemanusiaan.

“Kemanusiaan itu hanya dapat kita selesaikan bila kita mempunyai kerja sama yang baik, tentunya dengan pemerintah dan dukungannya kepada kepalangmerahan,” kata Kalla.

Selama kepengurusan periode 2014-2019, PMI telah melakukan 9.976 operasi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di 11 provinsi, dengan menggerakkan sedikitnya 3.000 relawan di seluruh Indonesia.

PMI mencatat dari seluruh operasi tanggap darurat pascabencana terdapat 3.861.277 penerima manfaat palang merah, antara lain penerimaan air bersih, pelayanan kesehatan, hunian, dukungan psikososial serta pembangunan sekolah dan masjid. (R/NSD/Ast/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)