Ma’ruf Amin: Tugas MUI Layani Umat dan Mitra Pemerintah

Jakarta, MINA – Tugas ulama adalah melayani umat dan mitra pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin di Jakarta pada Sabtu (27/7).

Hal itu sesuai dengan tema Milad MUI ke-44 “Meningkatkan Pengkhidmatan dan Kemitraan MUI dalam Rangka Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Bangsa”.

Ia mengatakan, itulah tugas ulama karena ibarat rel yang sudah diatur arah jalannya, sehingga MUI seperti rel.

“MUI mengayomi dari berbagai umat, khususnya umat Islam. Menjaga umat dari akidah yang menyimpang, supaya tidak mempunyai pemikiran di luar ajaran Islam,” kata Maruf.

Menurutnya, cara berpikir untuk menyelesaikan permasalahan yaitu dengan mengambil jalan tengah atau wasathiyah yang moderat, toleran, sehingga bisa mengawal cara berikir dan tidak radikal.

Lebih jauh ia mengatakan, MUI juga menjaga umat dari makanan yang tidak halal dan mengawal sertifikasi halal sampai ke global internasional.

“Untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan di Negara Indonesia,” ujarnya.

Kemudian MUI menjaga umat dalam bermuamalah dalam sistem ekonomi Islam.

Ia menyakini Indonesia sudah menganut sistem ekonomi syariah, seperti dari sisi perbankan syariah, koperasi syariah, bisnis syariah. Ini adalah bagian upaya yang dilakukan MUI dalam mengawal umat.

“Dan MUI menjaga umat dari akhlak dan pendidikan,” tambahnya.

MUI menyatukan umat dari perbedaan pemahaman politik, idiologi dan perbedaan lainnya. (L/R03/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)