Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjid Al Aqsa dalam Al Quran dan Sunnah

Bahron Ansori - Jumat, 21 Juni 2024 - 19:14 WIB

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:14 WIB

2 Views

Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

Masjid Al-Aqsa memiliki tempat yang sangat istimewa dalam Islam, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Sunnah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai kedudukan dan pentingnya Masjid Al-Aqsa dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Al-Qur’an

Dalam surah Al-Isra (17:1): Ayat yang paling terkenal mengenai Masjid Al-Aqsa adalah dalam Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Surah Bani Israil. Allah SWT berfirman, “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Al-Masjidil-Haram ke Al-Masjidil-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Baca Juga: Itrek, Organisasi yang Membiayai Perjalanan Oknum Nahdliyin ke Israel

Ayat ini mengisahkan tentang peristiwa Isra dan Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan kemudian naik ke langit.

Dalam ayat tersebut pula masjid Al Aqsa dan apa-apa yang terdapat disekitarnya disifati dengan keberkahan (Al Barokah). Disini kata Al Barokah bisa bermakna keteguhan (tsabat) dan ketetapan (istiqror), juga  bisa bermakna kesinambungan (istimror) dan penyertaan (mulajamah). Jadi maksud Al Barokah (sebagaimana disebutkan oleh para mufassirin) adalah tegak atau tetapnya kebaikan Ilahiah dalam sesuatu, atau kebaikan berkesinambungan yang memang melekat pada sesuatu.

Maka, artinya bahwa kebaikan Ilahiah itu akan selalu ada di masjid Al Aqsa dan tanah suci, dan akan selalu menyertai dan melekat padanya sepanjang jaman sampai hari kiamat kelak. Jelas bahwa keberkahan itu karena bersih dan sucinya masjid Al aqsa dari segala kejelekan dan juga bahwa kebathilan tidak akan berakar di situ.

Keberkahan masjid Al Aqsa adalah keberkahan yang bersifat indrawi dan non-materi (maknawi). Setiap orang yang melaksanakan shalat di masjid Al Aqsa, peduli terhadapnya atau mengerjakan sesuatu karenanya, padahal dia tidak hadir langsung di situ, pasti akan merasakan keberkahannya.

Baca Juga: Perhatian Terhadap Yatim Piatu di Lingkup Nasional dan Internasional

Jaman kita saat ini, jutaan orang Palestina yang notabene mereka tinggal di sekitar masjid Al aqsa atau umat Islam yang tinggal di negara lain tidak bisa datang dan melaksanakan shalat di dalamnya dikarenakan aturan ketat dari Zionis Israel, akan tetapi mereka bisa merasakan keberkahannya ketika mereka mengerjakan sesuatu yang bertujuan untuk menyelamatkan nya dan berusaha untuk menjaga nya.

Betapa banyak ayat-ayat Al Quran berbicara tentang keberkahan negeri-negeri yang mengelilingi masjid Al Aqsa, dan menyebut masjid Al Aqsa secara khusus: maka ini adalah dalil bahwa masjid Al Aqsa adalah pusat segala keberkahan dan kebaikan. Lalu dari masjid Al Aqsa keberkahan dan kebaikan ini menyebar kepenjuru negeri Syam (secara umum) dan Palestina (secara khusus).

Firman Allah swt tentang kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Luth as dalam surah Al Anbiya’ ayat 71:

“وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ ) ” الأنبياء:71ء )

Baca Juga: Memahami Makna Hidup Berjama’ah

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”

Firman Allah swt dalam surah Al Anbiya’ ayat 81:

“وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ ) ” الأنبياء: 81)

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Baca Juga: Larangan Memberikan Loyalitas dan Pertemanan dengan Yahudi

Allah SWT mensifati masjid Al Aqsa sebagai tanah yang disucikan melalui lisan Nabi Musa as, sebagaimana firman Allah swt dalam surah Al Maidah ayat 21:

“يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ)”المائدة: 21)

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.”

Juga firman Allah swt dalam surah Saba’ ayat 18:

Baca Juga: Perang Digital Membela Palestina

“وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً) ” سبأ: 18))

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan …”

Sunnah Nabi Muhammad SAW

Pertama, hadits tentang tiga masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak diperkenankan melakukan perjalanan jauh (untuk ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan keutamaan Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu dari tiga masjid utama yang dianjurkan untuk dikunjungi oleh umat Islam.

Baca Juga: Diplomasi Publik Israel

Kedua, hadits tentang pahala shalat di Masjid Al-Aqsa. Diriwayatkan oleh Abu Darda bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shalat di Masjidil Haram adalah setara dengan seratus ribu shalat, shalat di masjidku (Masjid Nabawi) adalah setara dengan seribu shalat, dan shalat di Masjid Al-Aqsa adalah setara dengan dua ratus lima puluh shalat.” (HR. Thabrani). Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala yang diperoleh dari shalat di Masjid Al-Aqsa.

Keutamaan Masjid Al-Aqsa dalam Islam

Pertama, sebagai Qiblat pertama. Sebelum Ka’bah di Makkah menjadi qiblat, umat Islam menghadap ke Masjid Al-Aqsa saat shalat. Ini menunjukkan betapa pentingnya Masjid Al-Aqsa dalam sejarah Islam.

Kedua, tempat Isra dan Mi’raj. Masjid Al-Aqsa adalah tempat di mana Nabi Muhammad SAW melakukan Isra dan Mi’raj, yang merupakan peristiwa besar dalam Islam. Isra adalah perjalanan malam dari Makkah ke Yerusalem, dan Mi’raj adalah perjalanan naik ke langit dari Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Sinyal-Sinyal Kehancuran Zionis Israel Semakin Nyata

Ketiga, diberkahi seputarnya. Al-Qur’an menyebutkan bahwa lingkungan sekitar Masjid Al-Aqsa diberkahi. Ini mencakup tanah suci yang memiliki banyak nabi dan memiliki sejarah panjang dalam tradisi monoteistik.

Dengan demikian, Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, baik melalui wahyu Al-Qur’an maupun melalui ajaran Sunnah Nabi Muhammad SAW. Kunjungannya dianjurkan, shalat di dalamnya memiliki pahala yang besar, dan tempat ini memiliki sejarah penting dalam agama Islam.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk selalu mencurahkan pikiran dan tenaga dalam melakukan pembelaan terhadap Masjid Al Aqsa, aamiin.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza: Jaminan dan Skenario Pascaperang

 

 

Baca Juga: Peristiwa-peristiwa Bersejarah di Hari As-Syura

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Indonesia
Internasional
Kolom
Palestina
Kolom