MASJID-MASJID DI AUSTRALIA ADAKAN DIALOG DENGAN WARGA NON MUSLIM

(Foto: Australia.au)
(Foto: The Australian.au)

Sydney, 19 Muharram 1437/1 November 2015 (MINA) – Empat belas masjid di seluruh Australia telah membuka pintu selebar-lebarnya kepada publik untuk berdialog dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman tentang Islam.

Para pemimpin Islam di negara itu berharap dapat mengurangi kesalahpahaman tentang agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin (membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta).

Empat belas masjid di seluruh Australia telah mengundang penduduk setempat sehingga mereka dapat belajar lebih banyak tentang Islam, demikian IINA News melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

Makin mendesaknya dialog tentang Islam yang sebenarnya, menurut Presiden Asosiasi Muslim Lebanon (LMA) Samier Dandan, organisasi ekstremis seperti Daesh telah memfitnah reputasi Islam. “Setiap sikap “ketidaktahuan” di kalangan masyarakat setempat tentang agama Islam yang harus segera ditangani,” ujarnya.

“Tak pernah ada waktu lebih daripada sekarang … setiap organisasi Islam  perlu membuka pintunya untuk merangkul semua kekhawatiran penganut agama yang berbeda dan menjelaskan isu-isu yang saat ini ada,” kata Dandan di luar Masjid Lakemba, News South Wales (NSW), Australia, Sabtu (31/10) kemarin sebagaimana dikutip Australian Associated Press (AAP).

“Satu-satunya cara untuk mengatasi dan memecah kesalahpahaman atau tingkat ketidaktahuan mereka adalah melalui dialog,” tambahnya.

Dari sisinya, juru bicara LMA Zachary Rea percaya ummat non-Muslim Australia juga harus mengunjungi masjid-masjid lokal mereka dan bersama para pemimpin agama Islam ikut aktif mendukung proses “demistifikasi masjid.”

Menteri Perbendaharaan Negara, Scott Morrison yang, bersama dengan pemimpin Partai Buruh Bill Shorten, mengunjungi masjid di barat Sydney pada Sabtu kemarin, memuji para pemimpin Islam yang mengambil bagian dalam acara dialog untuk lebih mengenal mengenal Islam tersebut.

Morrison mengakui serangan “teroris” baru-baru ini pada seorang karyawan Kepolisian NSW Curtis Chang oleh seorang remaja radikal mungkin telah mendorong sentimen anti-Muslim.

“Saya pikir hari ini adalah kesempatan yang baik bagi orang untuk bertemu ummat Islam di masjid,” ujar Morrison.

Seorang wanita Katolik, Helen Domench, adalah salah satu dari puluhan non-Muslim yang mengambil bagian dalam acara langka itu di dalam Masjid Lakemba.

“Saya datang ke sini karena saya mendengar begitu banyak tentang orang Muslim dan hal-hal negatif … tapi ternyata saya telah bertemu orang-orang  yang paling indah,” tutur Domench kepada AAP. (T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0