Masjid Suci di Makkah dan Madinah Gunakan Teknologi Baru Atasi Orang Tersesat

Kepresidenan Umum Arab Saudi untuk Urusan Dua Masjid Suci telah mengaktifkan program kode panduan untuk menyambut anak-anak, dan menyediakan kode untuk penutur non-Arab dan gelang pintar agar tidak tersesat di keramaian.(Foto: Arabnews)

Makkah, MINA – Kepresidenan Umum Arab Saudi untuk Urusan Dua Masjid Suci telah menggunakan teknologi terbaru untuk menangani situasi secara optimal melayani jamaah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Kepresidenan telah mengaktifkan program kode panduan untuk menyambut anak-anak, dan menyediakan kode bagi penutur non-Arab dan gelang pintar agar tidak tersesat di keramaian, Arab News melaporkannya yang dikutip MINA, Senin (2/5).

Lembaga tersebut telah bekerja untuk membantu mereka yang tersesat dengan cepat menemukan jalan kembali kepada keluarga mereka melalui gelang pintar. Ini berkat informasi di gelang pintar serta kode panduan penutur non-Arab.

Wakil Sekjen untuk Layanan Sosial dan Sukarela, Amjad bin Ayed Al-Hazmi, mengatakan kepresidenan ingin memberikan layanan terbaik kepada pengunjung Masjidil Haram, untuk meningkatkan tingkat tanggung jawab sosial dan mengaktifkan peran kunjungan eksternal.

“Kepresidenan melakukan upaya berkelanjutan untuk melayani pengunjung muda dan memberikan layanan berkualitas untuk memastikan bahwa mereka tidak tersesat, atau dikembalikan dengan cepat ke keluarga mereka,” kata Amjad.

Gelang pintar tersebut berisi detail kontak kerabat untuk memudahkan pihak berwenang berkomunikasi secara cepat dengan orang tua.

Kepala departemen jamaah muda, Fahd bin Salem Al-Hatrishi, mengatakan bahwa departemennya tertarik untuk merawat pengunjung muda dan memberi mereka semua layanan, termasuk kode panduan dan gelang pintar.

Dia menjelaskan, anak-anak yang hilang dirawat sampai mereka dikembalikan ke keluarga mereka; tim khusus pekerja pria dan wanita dikerahkan di seluruh Masjidil Haram dan di pintu masuk dan keluar untuk memastikan anak-anak dikembalikan ke orang tua mereka sesegera mungkin.

Al-Hatrishi mengatakan, kepresidenan telah memperoleh pengalaman luas berurusan dengan orang yang hilang atau tersesat, menggunakan teknologi terbaru untuk menangani situasi seperti itu secara optimal.

Inisiatif sosial-komunitas ini hadir dengan tujuan membantu para peziarah melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman dan meningkatkan tanggung jawab sosial di antara semua karyawan kepresidenan serta nilai-nilai sosial di antara anggota masyarakat.

Program ini juga meningkatkan kesadaran di antara para jamaah Masjidil Haram tentang solidaritas dan kasih sayang sambil memberi mereka layanan yang dibutuhkan, menggunakan teknologi mutakhir, dan dalam beberapa bahasa. (T/R1/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)