Mayoritas Masyarakat Inggris Akui Palestina Sebagai Negara

(Foto: MEMO)

Landon, MINA – Mayoritas masyarakat Inggris mengakui Palestina sebagai sebuah negara, menurut hasil jajak pendapat YouGov berbasis di Inggris yang baru diterbitkan, Senin (25/9).

Sekitar 53 persen responden mengatakan, mereka setuju dengan langkah tersebut, dibandingkan dengan hanya 14 persen yang tidak setuju (33 persen mengatakan mereka ‘netral’).

Menanggapi Jajak Pendapat tersebut, Manuel Hassassian Duta Besar Palestina untuk Inggris mengatakan, opini publik telah bergeser.

“Saya berada di sini selama 11 tahun dan telah melihat perubahan dramatis dalam pandangan publik di Inggris mengenai Palestina,” kata Manuel. Demikian Middle East Monitor (MEMO) melaporkan dikutip Miraj News Agency (MINA).

“Itu hanya 14 persen yang mengatakan, mereka tidak ingin negara Palestina menerima pengakuan, ini merupakan indikasi penyebab Palestina diterima di seluruh dunia,” tambahnya.

Jajak pendapat tersebut juga membahas pandangan di antara masyarakat Inggris terhadap Deklarasi Balfour yang seratus tahunnya akan diperingati pada bulan November.

Menurut jajak pendapat, pendapat terbagi dalam perjanjian Deklarasi Balfour 32 persen orang Inggris menganggap ini sesuatu yang patut dibanggakan, sementara 27 persen menganggapnya “sesuatu yang harus disesali” (dan 41 persen memilih ‘tidak baik’).

Jajak pendapat tersebut juga mengungkapkan perpisahan partisan, dengan pluralitas yang mengejutkan (32 persen) dari mereka yang memilih Partai Buruh dalam pemilihan terakhir yang melihat Deklarasi Balfour sebagai sesuatu yang harus disesali.

Di kalangan pemilih Konservatif, di sisi lain 40 persen melihat dokumen bersejarah dengan bangga, dan hanya 21 persen yang menyesal.

Jajak pendapat tersebut juga menanyakan apakah ini mengingat peran historis Inggris”, negara ini memiliki “tanggung jawab khusus untuk membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina sekarang dimana 55 persen menjawab ‘Tidak’, dan 45 persen menjawab ‘Ya’. (T/R03/B05)

Miraj News Agency (MINA)