MC Dompet Dhuafa Latih Pengemudi Ojol Tangguh Hadapi Bencana

MC Dompet Dhuafa Latih Pengemudi Ojol Tangguh Hadapi Bencana. (Foto. DD)

Jakarta, MINA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melatih ratusan pengemudi transportasi atau ojek online (ojol) untuk siap siaga bencana di perkotaan, Senin, (10/04) yang beroperasi di Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Depok.

Melalui program Urban Disaster Management (UDM) Berbasis Kelompok dan Komunitas Masyarakat, ratusan pengemudi ojol diberikan pelatihan tentang dasar-dasar manajemen kebencanaan, dasar-dasar pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana kebakaran (sistem peringatan dini, termasuk pemadaman api ringan dengan APAR atau peralatan rumah tangga lainnya, dan evakuasi).

“Banyak ilmu yang bermanfaat didapatkan. Mudah-mudahan sih (bencana tersebut) nggak kita alami di dunia nyata, cuman banyak banget manfaat (dari pelatihan ini), minimal buat kita pribadi, keluarga, tetangga atau siapapun yang membutuhkan saat di jalanan,” ucap salah satu pengemudi ojol di sela-sela pelatihan, demikian keterangan yang diterima MINA.

Baca Juga:  Menlu RI: Ada Upaya Sistematis Hambat Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

UDM adalah program penanggulangan bencana perkotaan DMC Dompet Dhuafa yang berfokus pada kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat, kelompok ataupun komunitas dan  kelompok rentan lainnya. Program ini juga berfokus pada penanggulangan krisis kesehatan dan kegawatdaruratan sehari-hari.

“Adapun tujuan dari UDM adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi komunitas atau masyarakat perkotaan, membangun masyarakat perkotaan yang tanggap dan tangguh bencana, serta terutama di kawasan-kawasan yang padat penduduk dan berpenghasilan kecil. Kemudian juga untuk memberdayakan komunitas dan kelompok rentan lainnya, dan para pendamping mereka untuk pertolongan pertama dalam menanggulangi bencana,” terang Ahmad Lukman selaku Humanitarian Academy Manager DMC Dompet Dhuafa.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam tiga bulan terakhir, terdapat 810 kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia, artinya dalam satu hari terjadi sembilan kejadian bencana alam. Akibatnya dua juta penduduk menderita dan mengungsi, 180 jiwa luka-luka, 118 korban meninggal dunia dan enam jiwa menghilang.

Baca Juga:  RUU Penyiaran Harus Tampung Aspirasi Masyarakat dan Media

Menurut The World Risk Index tahun 2021, Indonesia berada pada Peringkat 38 dari 181 negara paling rentan bencana. Rajib Shaw salah seorang profesor pakar penanggulangan bencana menyatakan bahwa menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Pemerintah Kobe City, 97 persen penduduk selamat karena individu dan komunitas memiliki kapasitas tentang penanggulangan bencana saat terjadi gempa bumi Hanshin-Awaji pada tahun 1995.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 152,51 juta unit hingga 31 Desember 2022. Sebanyak 126,99 juta unit atau 83,27 persen di antaranya merupakan sepeda motor. Jika dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia yakni 273,52 juta jiwa, maka sekitar 46 persen merupakan pengendara sepeda motor.

Baca Juga:  Prof Saiful Akmal Pakai “Kafiyeh” Palestina Saat Orasi Ilmiah di Ar-Raniry

Dengan demikian DMC Dompet Dhuafa mengajak pengemudi kendaraan roda dua untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana yang dimulai dari pengemudi ojol. Pengemudi ojol juga merupakan posisi yang strategis untuk menjadi relawan penanggulangan bencana di perkotaan. Dengan besarnya jumlah pengemudi yang tersedia dan mobilitas mereka dalam bergerakmenjadikan sasaran yang tepat untuk menjadi peserta UDM DMC Dompet Dhuafa. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)