Media Inggris: Hamas Susun Serangan dengan Bantuan Mata-Mata

Tentara pendudukan Israel menyebut Hamas menyusun rencana serangan terperinci selama bertahun-tahun dengan bantuan mata-mata (Foto: File/Quds Press)

Nazareth, MINA – Media menurunkan laporan yang mengutip pernyataan tentara pendudukan , bahwa telah menyusun rencana serangan terperinci selama bertahun-tahun dengan bantuan mata-mata.

The Guardian edisi Senin (4/12) itu menyatakan, sejumlah besar informasi yang diklaim disita dari pejuang Hamas mengungkapkan kegagalan tentara Israel dalam mendeteksi sinyal tersebut.

Menurut laporan itu pula, Hamas terlibat selama bertahun-tahun dalam perencanaan dan menggambar peta secara rinci dengan bantuan mata-mata di Israel sebelum serangan 7 Oktober.

Hal itu, didasarkan pada apa yang disimpulkan oleh tentara Israel setelah memeriksa telepon, laptop, dan dokumen yang disita Israel dari militan di medan perang dan berlindung di Gaza.

“Para pejuang membawa serta instruksi manual tentang cara menyandera dan buku-buku yang menjelaskan frasa umum dari Arab hingga Ibrani, salah satunya mencakup frasa ‘Angkat tangan dan rentangkan kaki Anda,” tulis The Guardian yang dikutip Quds Press. 

Dokumen tersebut dimasukkan dalam sejumlah materi yang dirilis oleh unit intelijen militer Amshat IDF pada hari Senin (4/12).

Seorang perwira Israel mengatakan, menurut surat media Inggris tersebut, tujuan Amshat, yang diaktifkan kembali setelah tanggal 7 Oktober, adalah untuk memahami rencana ofensif dan defensif Hamas, memperoleh informasi intelijen operasional dan lebih memahami doktrinnya setelah tentara Israel terkejut oleh serangan Hamas yang menewaskan 1.200 tentara, dan 300 orang terbunuh serta disandera.

Pada tanggal 7 Oktober, Kepala Staf Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, Muhammad Deif, mengumumkan peluncuran Operasi “Banjir Al-Aqsa,” setelah meluncurkan ratusan roket dari Gaza menuju wilayah pendudukan Palestina dan menyerbu situs-situs militer, serta permukiman yang berdekatan dengan Jalur Gaza, yang menyebabkan kematian dan cederanya ribuan tentara dan pemukim serta penangkapan puluhan orang. (T/B04/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)