Media Israel: Fihak Biden Diam-Diam Mulai Pembicaraan Nuklir dengan Iran

Tel Aviv, MINA – Seorang tokoh yang akan duduk dalam pemerintahan Joe Biden mendatang telah mulai mengadakan pembicaraan diam-diam dengan Iran tentang kembali ke kesepakatan nuklir 2015, dan telah memberi tahu Israel tentang percakapan tersebut, Channel 12 News melaporkan Sabtu (16/1).

Jaringan media itu tidak memberikan sumber untuk laporan tersebut, dan tidak ada rincian tentang apa yang diduga didiskusikan, Times of Israel melaporkan.

Presiden terpilih AS Joe Biden telah mengindikasikan keinginannya untuk kembali ke perjanjian. Sementara Israel mendorong untuk kembali ke kesepakatan tersebut untuk memasukkan pembatasan baru pada program rudal balistik Iran.

Biden akan mulai memangku jabatan Presiden AS beberapa hari lagi tepatnya pada 20 Rabu Januari.

Pada hari Rabu (13/1), Walla News melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang mengumpulkan tim guna menyusun strategi untuk pembicaraan pertama dengan pemerintahan Biden tentang program nuklir Iran.

Tim tersebut akan mencakup pejabat yang mewakili elemen keamanan nasional, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, militer, badan intelijen Mossad, dan Komisi Energi Atom, kata laporan itu mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Kantor Perdana Menteri.

Netanyahu sedang mempertimbangkan menunjuk seorang pejabat senior untuk memimpin tim dan menjadi utusan dalam pembicaraan dengan AS tentang program nuklir Iran, kata laporan itu.

Kandidat yang mungkin untuk memimpin tim adalah Kepala Mossad Yossi Cohen, kata laporan itu.

Channel 12 melaporkan pada Sabtu bahwa Cohen berada di Washington pekan ini untuk bertemu dengan para pejabat di pemerintahan yang Trump yang akan habis masa jabatannya dan pemerintahan yang baru. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)