Media Israel Ungkap Pembicaraan Rahasia Netanyahu dengan Pemimpin Teluk

Yerusalem, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahayan, lapor Saluran 13 Israel mengutip para diplomat Barat dan Arab.

“Pembicaraan antara Netanyahu dan Ben Zayed, yang juga Wakil Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, terjadi sekitar tiga tahun lalu,” kata saluran itu dalam laporan yang diterbitkan Senin (11/2) dalam serangkaian penyelidikan, “Rahasia Teluk,” sebagai upaya untuk mendorong proses politik regional dan pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional di Israel “.

Menyusul kesimpulan dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia pada November 2015, Netanyahu melakukan sejumlah panggilan telepon rahasia dengan Pangeran Mahkota Abu Dhabi tentang koordinasi pada masalah Iran setelah perjanjian ini, serta upaya untuk mendorong proses politik regional bagi pemerintah Persatuan Nasional di Israel, lapor Albawaba yang dikutip MINA.

Menurut laporan investigasi yang disiapkan oleh Barak Ravid, pertemuan langsung itu terjadi antara akhir 2015 dan awal 2016 antara Ben Zayed, yang digambarkan oleh laporan itu sebagai “penguasa sebenarnya” dari UEA, dan Netanyahu untuk “mengoordinasikan posisi” pada perjanjian nuklir.

Pertemuan rahasia itu juga membicarakan upaya inisiatif perdamaian regional untuk pembentukan pemerintah persatuan nasional di Israel dengan membawa pemimpin Buruh Yitzhak Herzog ke dalam pemerintahan Netanyahu dan melakukan inisiatif yang didukung oleh negara-negara Arab.

Dalam konteks yang sama, mantan Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, membenarkan bahwa beberapa penasihat Netanyahu bertemu dan mengadakan pembicaraan telepon dengan para pejabat senior di UEA. Ia menambahkan bahwa mereka membahas persepsi tentang “kesepakatan komprehensif” dan apa yang harus disediakan oleh masing-masing pihak.

“Ada pertemuan antara Israel dan UEA dalam upaya untuk melihat apakah kesepakatan seperti itu dapat disahkan,” kata Shapiro.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel menolak mengomentari laporan tersebut, sementara tidak ada pernyataan yang dibuat oleh UEA, yang sebelumnya telah menolak semua laporan kontak non-publik dengan Israel. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)