Melawan Serangan Pemukim dan Pasukan Israel, Warga Palestina Terluka

Nablus, MINA – Sejumlah warga sipil Palestina terluka setelah bentrok dengan pasukan pendudukan Israel di kota Jalud, selatan Nablus di wilayah Tepi Barat bagian utara, Ahad (2/5) malam.

Kepala Dewan Desa Jalud, Abdullah Hajj Muhammad mengatakan, sekelompok pemukim menyerang wilayah timur kota, dan mencoba menculik seorang anak Palestina, menghancurkan jendela kendaraan keluarga Abbad.

Tindakan pemukim Israel itu dilawan oleh penduduk kota serta desa-desa terdekat ikut membantu menghadapi mereka, seperti laporan Safa yang dikutip MINA.

Kemudian pasukan pendudukan Israel menyerbu kota dengan melepaskan tembakan peluru tajam dan logam serta tabung gas air mata, yang mengakibatkan tiga warga Palestina terluka oleh peluru logam.

Sementara belasan warga lainnya juga mengalami sesak nafas dan memar setelah mereka diserang dengan popor senapan oleh pasukan Israel.

Pemukim juga membakar petak tanah Jalud, dan penduduk Palestina mencoba memadamkan api dengan bantuan pertahanan sipil, sementara pasukan pendudukan mengepung warga dan mencegah mereka mencapai tanah yang telah dibakar oleh para pemukim.

Polisi Israel menangkap 11 warga Palestina pemilik rumah dan membawanya untuk diperiksa di Pos Bunyamin.

Pemukim Israel juga menyerang daerah selatan di kota tetangga Qusra, dan berusaha menyerang rumah warga.

Selain itu, pasukan pendudukan Israel melanjutkan pencarian para pelaku serangan penembakan di pos pemeriksaan Za’tara pada Ahad malam.

Pasukan pendudukan kembali menyerbu kota Beita beberapa jam setelah menarik diri darinya, dan ditempatkan di beberapa daerah di tengah penembakan gas air mata dan bom suara.

Pasukan pendudukan Israel mendirikan pos pengamatan di Jabal Abu Sbeih di kota, dan bala bantuan besar ditempatkan di pintu masuk utama ke kota, dan mereka mulai memeriksa kendaraan yang lewat.

Pasukan Israel juga menyerbu kota tetangga Osrin, dan menyita rekaman CCTV dari sebuah rumah di dekat jalan utama yang menghubungkan pos pemeriksaan Za’tara dan pos pemeriksaan Al-Aghwar. (T/B04/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)