Melihat Organisasi ‘Teman Israel’ di AS

Arnold schwarzenegger, Sylvester Stallone dan Haim Saban (Foto: Peter Halmagy)

 

Amerika Serikat dan Israel memang lebih dari sekedar teman dekat. Di negara ini ada organisasi non profit yang memasok dana untuk tentara Israel atau yang mereka sebut dengan Teman Angkatan Pertahanan Israel (FIDF). Organisasi yang didirikan sejak 1981 fokus menggalang dana dari Yahudi atau pendukungnya di paman Sam untuk mendukung kebutuhan material para tentara Israel. Meskipun masih disangsikan apakah dana puluhan juta dolar hanya dialokasikan untuk hal tersebut.

Berkantor pusat di New York City, FIDF beroperasi di 15 kantor regional di Amerika Serikat dan Panama. Para anggota dewan yang termasuk sebagai donatur ini terdiri atas miliyarder, eksekutif, para pengusaha, sampai menantu dari Presiden AS baru Donald Trump yang Beragama Yahudi, Jared Kushner.

Bahkan, menurut laporan The Jerusalem Post, sepuluh tahun lalu Donald Trump, dalam sebuah acara galang dana FIDF, menjanjikan mendanai organisasi ini sebesar 250 ribu dolar AS (sekitar 3,3 miliar rupiah).

Tidak hanya pengusaha dan politikus, artis Holywood seperti Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Barbra Streisand, Pamela Anderson, Jason Alexander, Antonio Banderas and Gene Simmons, serta puluhan artis lainnya menjadi donatur FIDF yang setiap tahun mengadakan galang dana dalam skala besar.

Pada 2014, dalam satu malam acara galang dana bergengsi yang meghadirkan para donatur, FIDF bisa mengumpulkan setidaknya 31 juta dolar AS. Angka ini meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, lebih dari 38 juta dolar AS terkumpul dalam kegiatan gala dinner penggalangan dana yang digelar di California, media Israel Ynet melaporkan.

Setiap tahunnya, kegiatan ini diketuai oleh Haim Saban, seorang Yahudi keturunan Mesir yang menjadi warga AS. Pengusaha kaya itu disebut Forbes sebagai orang terkaya ke-143 di Amerika Serikat. Bagi Anda yang suka menonton film Power Rangers semasa kecil, perlu diketahui film ini diproduksi oleh Saban Entertainment milik Haim Saban. Miliarder ini juga disebut sebagai donatur terbesar partai Demokrat AS.

“Selama sembilan tahun terakhir saya telah menyaksikan gala ini tumbuh menjadi acara amal yang unggul seperti sekarang ini, dan saya benar-benar terenyuh dengan hasilnya yang menjadi bukti pentingnya organisasi FIDF serta misinya. Dukungan luar biasa dari masyarakat Los Angeles terus membuat saya takjub,” ungkapnya dalam sebuah gala dinner FIDF.

Menurut situs resminya, FIDF merupakan organisasi non profit berbasis di New York yang setiap tahun berhasil mengumpulkan dana puluhan juta dolar untuk mendukung beragam program pendidikan dan sosial yang ‘bermanfaat bagi tentara Israel dan keluarga mereka’.

Organisasi dengan slogan “Tugas Mereka Menjaga Israel, Tugas Kita Menjaga Mereka” tersebut, berada di bawah kepemimpinan John Klein, seseorang yang disebut mereka sebagai korban selamat Holocaust, beserta rekan-rekannya Frank & Cesia Blaichman, Sam & Lily Bloch, Esther Born, Vladka Meed, Jack & Sally Pomeranc, Robert & Sarah Wax, and Judy Gorodetzki.

Setiap tahunnya, FIDF juga menggelar program ‘misi ke Israel’ yang memawa para donatur maupun relawan ke tanah penjajahan di Palestina dan bertemu dengan para pemimpin Israel atau perwakilannya.

Selain FIDF, ada banyak organisasi lainnya yang menggalang dana untuk Israel ataupun mengkampanyekannya di negara itu. Misalnya organisasi elit yang berada di pemerintahan adalah AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), sebuah kelompok lobi yang menganjurkan kebijakan pro-Israel ke Kongres AS. Bahkan, AIPAC disinyalir juga ikut terlibat dalam menentukan siapa presiden AS.

Keterlibatan Jared Kushner di FIDF

Sejak Trump resmi jadi Presiden AS, menantunya Jared diangkat menjadi Penasihat Senior Gedung Putih. Jared sebagai salah satu donatur yang juga termasuk dalam anggota dewan FIDF telah mengeluarkan dana yang besar untuk organisasi ini.

Selama bertahun-tahun Yayasan Keluarga Charles and Seryl Kushner milik keluarga Jared telah mengeluarkan setidaknya 325 ribu dolar AS selama bertahun-tahun terlibat di FIDF. Namun sejak terpilihnya di Gedung Putih, netralitas Jared dipertanyakan media.

Salah satunya media Israel Hareetz yang menghubungi organisasi tersebut untuk menanyakan keterliatan Jared sampai saat ini. Tidak lama setelah pertanyaan diajukan, organisasi itu menghapus nama Jared dari daftar anggota dewan. Saat dikonfirmasi, Jubir FIDF mengatakan organisasinya tidak memberikan informasi terkait donatur yang terlibat di organisasinya karena itu bersifat rahasia.

Risa Heller, jubir dari Yayasan keluarga Jared juga menolak untuk memberikan pernyataan terkait hal ini.

Jared dipercaya Trump sebagai orang yang akan memimpin negosiasi Israel dan Palestina. Bahkan Trump baru-baru ini mengatakan, “Jika Jared tidak bisa melakukan ini, maka tidak ada orang yang bisa.” Keangkuhan Trump tersebut juga dipertanyakan seiring kecintaan Jared terhadap Israel yang besar dan keterlibatannya dalam FIDF.(RE1/P02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)