Memaknai Gempa Cianjur

Oleh: Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag

Fenomena gempa yang terjadi di Cianjur pada Senin, 21 Nopember 2022, mengingatkan kita akan kekuasaan Allah Swt atas semesta. Melalui peristiwa ini, Allah Swt memberikan pelajaran berharga bahwa bumi tengah melakukan tugasnya menjaga keseimbangan dengan pergeseran lapisan-lapisan di dalamnya yang dalam ilmu geologi disebut sebagai patahan dan sesar.

QS. Az-Zalzalah ayat 4-5 menjelaskan, pada Hari Kiamat nanti akan terjadi guncangan yang sangat dahsyat. Pada saat itu, bumi akan menceritakan berbagai peristiwanya, bahwa Tuhan telah memerintahkan kepadanya.

Fenomena gempa bumi sampai saat ini masih menjadi misteri di kalangan para ahli dan ilmuwan, kapan dan di mana akan terjadi. Informasi yang didapat baru sebatas potensi dan kemungkinan-kemungkinannya.

Di sinilah tantangan bagi kita semua, terutama para ilmuwan untuk terus dapat memecahkan misteri tersebut, merekam cerita-cerita bumi akan peristiwa-peristiwa yang dialaminya sebagai catatan ilmu pengetahuan. Hal terpenting dari peristiwa demi peristiwa gempa bumi, baik dalam skala besar, sedang, maupun kecil adalah aspek mitigasi dan kesiapsiagaan kita semua.

Gempa bumi merupakan sebuah peristiwa alam yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun yang berada di atas muka bumi. Musibah ini memiliki potensi pergerakan lempeng dan sesar bumi yang bergerak mencari keseimbangan. Hal yang penting dilakukan adalah meminimalisir risiko akibat peristiwa gempa tersebut.

Hal ini sangat terkait dengan tata ruang pembangunan yang sadar potensi bencana, edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, terutama gempa bumi, serta penyiapan sarana dan infrastruktur pendukung yang memadai dalam mengatasi berbagai bencana.

Ketiga hal tersebut merupakan pelajaran penting yang harus kita ambil dari peristiwa gempa bumi di Cianjur yang telah menelan ratusan jiwa dan sekian kerugian harta benda dan bangunan yang sampai saat ini belum dapat dihitung jumlahnya.

Selain makna kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, peristiwa ini juga menjadi ibrah atau pelajaran bagi kita sejauh mana akan kepedulian terhadap sesama. Kita dianjurkan untuk saling peduli di antara sesama, terutama ketika menghadapi kesulitan-kesulitan akibat bencana seperti di Cianjur ini.

Kita berdoa dan berharap pemulihan pasca-bencana gempa ini dapat berjalan cepat, tentu dengan kepedulian sesama seluruh komponen masyarakat, aparat, dan pemerintah.

Masyarakat yang terdampak secara langsung, terutama yang gugur dalam peristiwa bencana ini mendapat tempat mulia di sisi Allah Swt, dan keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga mengajak umat Islam turut mendoakan korban meninggal dunia dalam gempa bumi di Cianjur melalui salat ghaib, terutama usai salat Jumat pada 25 November 2022 esok. (AK/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)