Membaca dan Menulis Jadikan Muslim Sebagai Umat Terbaik

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Imaam Jamaah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur mengatakan, membaca dan menulis merupakan unsur asasi dalam menjadikan Muslim sebagai umat terbaik.

Dalam acara Workshop Penulisan Sekolah Tinggi Islam Shuffah Al-Quran Abdullah Bin Mas’ud (STISQABM) pada Rabu (10/11), Imaam mengatakan kepada peserta daring dan luring yang merupakan Mahasiswa, Civitas Akademika STISQABM dan umum, Allah Subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan huruf Nun ( ن ), qalam (pena/alat tulis), dan hasil tulisan.

“Bersumpah dengannya berarti mengagungkan nilainya. Seperti Allah جل جلاله bersumpah dengan matahari, bulan, malam, fajar, waktu, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Imaam, tiga benda di antaranya alat tulis, tulisan, dan penulis merupakan landasan utama ilmu pengetahuan yang membuka jalan bagi Muslim untuk menuju umat terbaik, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah surah Ali-Imran ayat 110.

Hal tersebut sangat berhubungan erat dengan surat Al-Alaq ayat 1-5  yang memerintahkan membaca dan menghargai pena (qalam).

Selain itu, Imaam juga mengungkapkan menurut sebagian ulama huruf Nun ( ن ) bukanlah semata-mata huruf yang lengkung bertitik satu di atas, namun memiliki beberapa makna yang ditafsirka seperti nama ikan besar yang menelan nabi Yunus, lembaran yang terbuat dari cahaya, dan tinta.

Di samping itu, ada yang menafsirkan bahwa Nun ( ن ) merupakan nama ikan besar yang berdiam di lapisan bumi ke tujuh, yang di atasnya berdiri sapi besar mempunyai 40.000 tanduk. Di punggungnya tersebut terletaklah bumi.

“Tapi penafsiran ini tidak bersumber dari hadist yang mempunyai sanad bisa diikat. Ini adalah dongeng-dongeng bangsa lain yang menyelinap ke dalam tafsir tanpa penelitian,” jelasnya.

Terlepas dari beberapa penafsiran tentang huruf Nun, ketiga benda yang merupakan barang sangat penting bagi kehidupan manusia selama dunia ini masih ada yaitu tinta, pena, dan hasil apa yang dituliskan para penulis.

“Dengan didorong oleh dua surat itu, maka kemajuan ilmu pengetahuan Islam sangat pesat. Ribuan jilid kitab ilmu pengetahuan telah ditulis oleh para ulama, yang ini semuanya adalah realisasi dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas,” jelas Imaam.(L/cha/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)