MEMO Siarkan Ekstrimis Yahudi Minum Alkohol dan Kencing di Al-Aqsa

Al-Quds, MINA – Sebuah rekaman yang baru disiarkan Lembaga Pemantau Timur Tengah Middle East Monitor (MEMO) menunjukkan pemukim ekstrimis Yahudi Israel sedang meminum alkohol dan buang air kecil sembarangan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 42 detik yang diterbitkan MEMO berbasis di London, Inggris, pada Jumat (20/1), dua pemuda pemukim ekstrimis Yahudi terlihat meminum minuman beralkohol dan satu lagi buang air kecil di sudut tempat suci di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam keterangannya MEMO melaporkan yang dikutip MINA, Rabu (25/1), sebuah tindakan provokasi yang disengaja itu juga terlihat polisi Israel berdiri di sana dan tidak melakukan apa-apa.

“Acara berlangsung beberapa jam, pemukim Israel juga menari di luar gerbang Masjid Al-Aqsa, Bab Al-Amoud, meneriakan yel-yel provokatif dan mengibarkan bendera Israel,” ungkap MEMO dalam keterangan resminya.

Tindakan penodaan terang-terangan datang sebagai kelanjutan dari provokasi Zionis Israel di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Sehari sebelumnya, puluhan pemukim ekstrimis Yahudi menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis (19/1) malam di bawah perlindungan pasukan Zionis Israel. Menurut saksi mata, pemukim radikal mengibarkan bendera Zionis Israel dan melakukan tarian provokatif di sekitarnya.

Gerakan perlawanan Hamas menyerukan warga Palestina dari semua lapisan masyarakat untuk memobilisasi secara massal, meningkatkan kehadiran di kompleks masjid, dan melindungi situs suci dari serangan berulang oleh pemukim Zionis Israel.
“Kami memuji rakyat Palestina di wilayah Palestina yang diduduki dan di seberang Tepi Barat yang berdiri teguh melawan berbagai pelanggaran dan kejahatan pendudukan Israel,” katanya dalam sebuah pernyataan resmi.

Hamas juga meminta umat Muslim dan masyarakat Arab, bersama dengan orang-orang bebas di dunia, untuk “mendukung ketabahan rakyat Palestina dan bekerja secara nyata melindungi mereka dari pelanggaran pendudukan Zionis Israel.”

Gelombang penodaan baru datang ketika kabinet paling kanan telah menguasai Israel dan memenangkan pemilu baru-baru ini, menimbulkan kekhawatiran kemungkinan upaya untuk mengubah status quo Masjid Al-Aqsa.

Kelompok ekstremis sayap kanan secara terbuka menyerukan untuk mengubah Al-Aqsa menjadi tempat ibadah Yahudi dan merobohkan tempat suci Islam untuk membangun kuil Yahudi di lokasi tersebut.

Legislator dan pemukim Zionis Israel garis keras secara teratur menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di kota yang diduduki, sebuah langkah provokatif yang membuat marah warga Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Serbuan pemukim massal seperti itu hampir selalu terjadi atas perintah kelompok kuil yang didukung Tel Aviv dan di bawah naungan polisi Zionis Israel di Al-Quds.

Masalah ini telah menjadi titik api utama antara pendudukan Israel dan Palestina selama beberapa dekade. Itu adalah pusat Intifadah Palestina 2000-2005, juga dikenal sebagai gerakan Perlawanan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang terletak tepat di atas alun-alun Tembok Barat Kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina, dengan Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa di dalamnya.(T/R1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)