Menag Berpesan Santri Hargai Keberagaman

Menag Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri Halaqah Kebangsaan di UIN Walisongo Semarang. (Foto: Kemenag)

Semarang, 15 Sya’ban 1438/12 Mei 2017 (MINA) – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada para santri untuk menghargai keberagaman dan memahami bahwa keberagaman sebagai sunatullah. Terlebih kaum santri sudah terbiasa dalam kehidupan keberagaman.

Menag menyampaikan pesan tersebut saat kegiatan Halaqah Kebangsaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/5).

Pada kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Kaum Santri” tersebut, Menag juga menyampaikan, banyak keragaman yang dijumpai dan bahkan dirasakan bersama santri pondok pesantren, mulai dari latar belakang, pendidikan, adat, dan nilai.

“Dalam keragaman itu, para santri hidup bersama dan saling menghargai,” ujarnya Menag

Menurut Menag, saat belajar ilmu kalam, fikih, tarikh, santri juga menjumpai dan mempelajari banyak keragaman. Maka seorang santri sangat bisa dan biasa menyimak keragaman.

“Jangan sampai keragaman itu dijadikan seragam sebab itu mengingkari kehendak Allah,” kata Menag sebagaimana dirilis di laman Kemenag yang dikutip MINA.

Di hadapan para santri lulusan UIN Walisongo, Menag juga minta agar pengetahuan yang dipelajari dan dipahami selama di pesantren dapat diaktualisasikan. Para ulama dan pendahulu bangsa mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang memiliki esensi fungsi kemanusiaan.

“Untuk itu, agama harus disebarluaskan dengan kasih sayang. Tradisi yang ada harus dijaga dengan isian nilai-nilai agama. Santri itu sangat cinta tanah air, tanah di mana ia hidup dan dibesarkan. Cinta tanah air bahkan menjadi bagian ukuran keimanan,” tegasnya.

“Santri perlu memegangi komitmen kebangsaannya yang dikaitkan dengan pemahaman,” tandasnya pula.

Hadir dalam halaqoh ini, Rektor UIN Walisongo, Ketua Kalam Walisongo, Plt Direktur PD Pontren, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, civitas Akademika UIN Walisongo, tamu undangan serta sekitar 1.000 Mahasiswa. (T/B05/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)