Menag Buka Expo Madrasah Program Kemitraan Pendidikan Indonesia-Australia

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

Pontianak, 24 Jumadil Awwal 1437/3 Maret 2016 (MINA) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membuka expo madrasah binaan program kemitraan pendidikan antara Kementerian Agama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Kedubes Australia. Expo madrasah yang digelar di Pontianak.

Expo ini diikuti oleh 80 madrasah binaan program ini yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Sejumlah stand dalam expo menampilkan beberapa hasil karya siswa-siswa madrasah binaan program kemitraan ini, seperti kerajinan tas dan lainnya. Acara expo juga diisi dengan gelaran keterampilan dan tari tradisional para siswa. Ikut hadir dalam kesempatan ini, perwakilan dari Dubes Australia Sarah Lendon. Expo madrasah ini sekaligus menandai berakhirnya program kemitraan  pendidikan ini. Demikian laporan dari laman resmi Kemenag yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Manajer program kemitraan pendidikan untuk akreditasi madrasah, Abdul Munir, mengatakan bahwa program ini sudah berlangsung sejak tahun 2011 dan kini sudah memasuki tahap akhir. Dalam fase itu, 1.500 madrasah (madrasah sasaran) telah memperoleh pendampingan dalam rangka peningkatan akreditasi. Jumlah ini tersebar di 13 provinsi, yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Madrasah sasaran ini mendapat tiga jenis dukungan. Pertama, dukungan pelatihan seperti pelatihan meningkatkan sekolah efektif, manajemen berbasis madrasah, KTSP dan Kurikulum 2013, PAKEM, manajemen perpustakaan, hidup sehat, manajemen keuangan, dan administrasi madrasah.

Kedua, layanan pendampingan untuk menjembatani teori yang diperoleh dalam pelatihan dan implementasi di madrasah. “Ketiga, dukungan dana hibah sebesar AUD10.000 yang bersifat dana pancingan untuk meningkatkan mutu madrasah,” terang Munir.

Setelah diberikan dukungan, lanjut Munir, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada akreditasi madrasah sasaran. “1.500 madrasah telah diakreditasi Badan Akreditasi Nasional dengan hasil 29,2% meraih A, 66% meraih B, 3,6% mencapai C, dan 0,3% belum diterima hasilnya,” kata Munir.

Secara teknis, program kemitraan ini dikoordinasi oleh Unit Pelaksana Program Akreditas Madrasah (UPPAM) Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag dan Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT) bagian kerjasama pembangunan pendidikan Australia. “Kita berharap prestasi madrasah yang dibina menjadi kontribusi pada program peningkatan mutu madrasah secara nasional,” harap Munir. (T/P006/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)