Menag Harapkan Tak Terjadi Lagi Terlambatnya Penerbitan Visa

Mekkah, 23 Ramadhan 1437/28 Juni 2016 (MINA) — Perbaikan pelayanan haji terus dilakukan Pemerintah Indonesia, salah satunya mengupayakan percepatan proses penerbitan visa jemaah haji.

Pesan ini juga yang disampaikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu dengan Deputi Menteri Haji Bidang Informasi, Dr. Isa Rawwas, di Makkah, Ahad (26/6) lalu, demikian keterangan pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Kami harapkan tidak terjadi lagi keterlambatan proses pemvisaan seperti tahun sebelumnya,” ujar Menag Lukman didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Abdul Djamil, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis I Konjen RI di Jeddah Ahmad Dumyathi Bashori dan Staf Teknis Haji lainnya.

Musim penyelenggaraan haji 1436H/2015M diwarnai dengan peristiwa keterlambatan proses pemvisaan jamaah haji Indonesia.

Hal ini sebagai akibat dari masalah teknis terkait pemberlakuan e-haj yang saat itu masih dalam tahap penyempurnaan. Karenanya, proses percepatan penerbitan visa pada tahun ini menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan Menag dengan Isa Rawwas agar tidak terulang kembali.

Terkait harapan Menag, Isa Rawwas memastikan kalau penyempurnaan e-hajj sudah mendekati final sehingga berbagai potensi masalah sudah akan terselesaikan.

“Kita akan arahkan perubahan perubahan terbaru dan menyelesaikan kekurangan yang terjadi. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan terselesaikan,” ungkap Isa Rawwas.

Dalam pertemuan tersebut Lukman juga menyampaikan beberapa persiapan operasional haji Indonesia yang relatif berjalan baik dan hampir mencapai tahap penyelesaian, baik dari pemondokan, penyedia katering, serta transportasi darat dan udara.

“Syukur alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan hampir mencapai tahap penyelesaian,” kata Lukman.

Kepada Menag, Isa Rawwas menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi akan terus meningkatkan pelayanan di imigrasi Madinah maupun Jeddah, khususnya yang terkait perekaman sidik jari.

Agar tidak terjadi kepadatan antrian perekaman sidik jari jamaah haji di kedua bandara tersebut, Pemerintah Arab Saudi telah meminta pengambilan sidik jari cukup dilakukan di Indonesia dan dikirimkan sebelum jamaah haji tiba di Arab Saudi.

Setibanya di Arab Saudi, jamaah cukup menempelkan sidik jari pada alat pembaca dan data jamaah akan terbaca. Isa Rawwas yakin, dengan upaya ini proses imigrasi di kedua bandara diyakini akan lebih cepat. (T/R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)