Menag: Isu Yerusalem Perlu Dimasukan dalam Sistem Pendidikan di Negara-Negara Islam

Foto: KBRI Kairo

 

Jakarta, MINA – Untuk mendukung upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina pada masa mendatang, Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Syaifudin merekomendasikan perlunya memasukkan isu Yerusalem dalam sistem pendidikan di negara-negara Islam guna meningkatkan kesadaran mengenai Palestina dan Jerusalem.

Hal tersebut disampaikan Lukman Hakim dalam pembukaan Konferensi Internasional untuk Al-Quds Al-Syarif (Yerusalem) yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar pada 17-18 Januari, di Kairo, Mesir.

Pada kesempatan tersebut, Lukman Hakim menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus mendukung pembangunan dan memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina, antara lain dengan memberikan beasiswa kepada pemuda-pemudi Palestina. Ia juga mengajak dunia Islam untuk mengutamakan prinsip-prinsip perdamaian dalam perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Langkah-langkah strategis dan konkret untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina perlu dilakukan secara serius dan berkesinambungan, baik dalam bentuk material maupun moril. Energi ‘kemarahan’ umat Islam harus bisa disalurkan ke arah yang positif, bukan sebaliknya dimanfaatkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengganggu proses perdamaian dan mencoreng citra Islam dan umat Islam,” ujar Lukman Hakim dalam pidatonya.

Ia juga mengajak para peserta konferensi untuk menyambut baik keputusan Sidang Umum PBB pada 21 Desember 2017 lalu yang mendesak AS untuk menarik keputusan yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel.Dukungan Indonesia atas kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari amanat konstitusi Indonesia, yang menjunjung tinggi kemerdekaan untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Perdamaian dunia hanya dapat dicapai jika Palestina memiliki kemerdekaan, kedaulatan, dan martabatnya sebagai anggota masyarakat internasional yang setara,” katanya.

Konferensi Internasional untuk mendukung Al-Quds Al-Syarif berlangsung pada 17 – 18 Januari 2018 atas prakarsa Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmed At-Tayyeb.

Wakil dari 86 negara, organisasi internasional, serta berbagai kelompok keagamaan hadir dalam konferensi tersebut. Beberapa diantaranya adalah Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Paus Koptik Ortodoks Twadros II, Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Yusuf bin Ahmed Al-Uthaymeen, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim, serta Menteri Agama Kerajaan Arab Saudi Sheikh Saleh bin Abdul-Aziz Al ash-Sheikh.(T/R04/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)