Menag: Jadikan Ramadhan sebagai Basis Penguatan Kualitas Diri

Jakarta, 24 Sya’ban 1438/22 Mei 2017 (MINA) – Jelang Ramadhan, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mengajak umat Islam Indonesia untuk menjaga kesucian bulan puasa dengan menjadikan Ramadan sebagai basis penguatan kualitas diri sebagai muslim dan penguatan kebangsaan sebagai warga negara.

Menurutnya, terminologi Ramadhan dalam Bahasa Arab berasal dari kata dasar ra-ma-dha yang berarti membakar. Hal ini bermakna, Ramadhan merupakan bulan untuk membakar hawa nafsu, amarah, murka, caci maki dan perilaku-perilaku destruktif lainnya.

Untuk itu, Menag berharap Ramadhan tidak dikotori dengan ujaran kebencian, caci maki, menghina dan memfitnah, baik dalam ruang sosial, lebih-lebih dalam ruang keagamaan.

“Jangan sampai ruang keagamaan, apalagi ruang ibadah, yang bersifat sakral itu dikotori dengan ujaran kebencian yang justru dapat menghilangkan kesucian dalam beribadah,” ujar Menag di Jakarta, Senin (22/5). Demikian keterangan pers Kemenag yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Jadikan Ramadhan ini sebagai ruang untuk bermuhasabah, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas diri. Di samping dituntut untuk saleh secara individual, juga saleh secara sosial, serta mampu menjalin kedamaian di antara sesama umat manusia,” sambungnya.

Menag berharap ibadah puasa dapat meningkatkan rasa kasih sayang terhadap sesama, serta sikap saling menghargai dan menghormati sesama. Menurutnya, orang yang melakukan ibadah puasa tidak akan mendapatkan balasan apa pun jika dirinya tidak mampu membangun kedamaian dalam kehidupan sosialnya.

Dalam konteks kebangsaan, keagungan Ramadhan hendaknya dimanifestasikan untuk memperteguh komitmen kebangsaan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila.

“Momentum Ramadhan hendaknya dapat dijadikan sebagai pusat gerakan bersama dalam menegaskan dan meneguhkan kembali ideologi Pancasila sebagai basis membangun negara yang religius,” ujar Menag.

“Di samping menjadikan pribadi muslim yang paripurna, Ramadhan diharapkan juga memperkuat komitmen kebangsaan sebagai warga negara,” tegasnya. (T/R05/B05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)