Semarang, MINA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan ada tiga alasan terkait usulannya dalam rapat pembahasan perdana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 dengan Komisi VIII DPR pada Senin (22/01),untuk menaikkan BPIH tahun 2018 naik sekitar Rp.900 ribu.
“Pertama, biaya aftur pesawat kecenderungannya naik di banding tahun lalu,” jelasnya usai meresmikan 32 gedung Balai Nikah dan Manasik Haji di Semarang, Rabu (24/01), demikian yang dikutip dari laman Kemenag.
“Kedua, pemerintah Saudi menetapkan kebijakan pajak 5 persen pada semua hal, termasuk hotel, makanan, transportasi. Semuanya naik lima persen,” lanjutnya.
“Ketiga, adanya penambahan layanan makan di Makkah. Kalau tahun lalu jemaah haji Indonesia mendapat layanan makan sebanyak 25 kali selama di Makkah, tahun ini menjadi 50 kali makan,” tembahnya.
Baca Juga: UAR Korwil Jabodetabek Banten Gelar Rapat Kerja 2025
Menurutnya, ketiga hal tersebut, lalu pemerintah mengajukan rancangan BPIH tahun ini naik dibanding tahun 2017. Artinya, 2,58 persen kenaikkannya dari biaya haji tahun 2017 lalu.
“Angka ini jauh lebih kecil dari pajak yang diberlakukan Saudi sebesar 5 persen,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa BPIH yang diusulkan Kemenag baru rancangan yang akan didalami dan dibahas bersama DPR. Karena, sampai saat ini belum ada ketetapan berapa besaran dana haji tahun ini. Pemerintah bersama DPR sepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) dalam pembahasan BPIH. (R/R10/P1)
Baca Juga: Wamendiktisaintek Dorong Peran Organisasi Kemahasiswaan Dukung Pembangunan Nasional
Mi’raj News Agency (MINA)