MENAG: KUA JADI GARDA TERDEPAN BANGUN CITRA KEMENTERIAN AGAMA

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

Jakarta, 4 Dzulqa’dah 1436/19 Agustus 2015 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan etalase terdepan Kementerian Agama. Baik buruknya instansi ini dipengaruhi oleh performa atau kinerja KUA yang keberadaannya di semua kecamatan di penjuru tanah air.

“KUA garda terdepan dalam membangun citra atau image Kemenag. KUA  langsung memberi pelayanan terhadap masyarakat,” kata Menag pada penutupan kegiatan pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Teladan 2015 di auditorium HM Rasjidi Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (18/8) sore. Sebagaimana siaran pers resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Lukman mengatakan, saat ini sudah ada perubahan secara signifikan di setiap KUA yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. “Memang masih ada oknum,  tapi KUA sekarang sudah berubah, ada kebijakan untuk tidak terjebak pada praktek tidak terpuji, khususnya para teladan  ini,” ujar Lukman.

Ia berharap tradisi pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Teladan sebagai tradisi yang baik yang telah cukup lama dijaga oleh Kemenag  dilakukan kreasi atau inovasi sehingga bisa lebih dipahami masyarakat secara lebih luas.

“Kegiatan jangan dipersepsi jangan hanya milik Kemenag tapi juga pemerintah daerah bisa ikut terlibat,” kata Lukman.

Pemenang KUA Teladan 2015 terpilih sebagai juara pertama, Jaenudin dari KUA kecamatan Pakem, Sleman, DI Yogyakarta meraih nilai 515,4. Juara kedua, Ahmad Syaifudin kecamatan Banjarharjo, Jawa Tengah (500,8). Juara ketiga, Ahmad Mulyadi, kecamatan Parenggean, Kalimantan Tengah (487,6), harapan pertama M. Yusuf Panay, kecamatan Barangka, Sulawesi Tenggara (475,6), harapan kedua, Muhammad Khairil Anwar, kecamatan Sukamulia, NTB (462,8) dan harapan ketiga, Syafal Mart, kecamatan Baso, Sumatera Barat (458,1).

Sedangkan pemenang Keluarga Sakinah tingkat Nasional yaitu pasangan suami istri dari provinsi Sulawei Tengah H. Moh Maruf Bantilan dan Hj. Nursidah Kasim  meraih nilai tertinggi (624). Juara kedua diraih pasutri asal provinsi Jawa Timur H. Moh Yusuf Arthammin dan Hj Dewi Chosjidah dengan nilai 594.

Jaenudin mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan yang telah diterima. Adapun kiat yang telah dilakukan antara lain, selama ini pihaknya bekerjasama dengan berbagai lembaga, seperti dengan Badan Latihan Kerja di kabupaten Sleman.

“Setiap manten ikut pelatihan kerja, bagi calon manten  yang belum punya kerja punya keterampilan ,” ucap Kepala KUA asal Majalengka yang sudah dinas di Yogyakarta selama empat tahun ini.

Jaenudi menambahkan, selain itu kerjasama dengan lembaga pendidikan agar anak remaja jangan sampai terjerumus pergaulan bebas. Kita cegah dalam  lima hal yaitu, nikah dini, kenakalan remaja, narkoba  pergaulan bebas dan hamil sebelum nikah. Jadi  sekolah dulu baru nikah. (T/P010/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0