Menag: MUI Adalah Wadah Musyawarah Ulama dan Cendekiawan Muslim

Jakarta, MINA – Dalam Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ke 45 tahun, MUI merupakan wadah musyawarah ulama dan cendekiawan muslim mengamalkan ajaran Islam dan mewujudkan masyarakat yang aman damai adil, makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Demikian disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam sambutan Milad MUI ke 45 secara zoom virtual, Jumat (8/8). “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran MUI yang telah menjaga NKRI.,” katanya.

Fachrul mengharapkan, MUI terus berkiprah untuk memberi warna dalam pembangunan bangsa Indonesia. “Semoga MUI terus berkiprah dan memberi warna bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya. MUI adalah wadah musyawarah ulama dan cendekiawan muslim untuk mengamalkan ajaran Islam dan untuk mewujudkan masyarakat yang aman damai adil, makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila.

“Kiprah para ulama dalam mengawal pembangunan bangsa tidak boleh dilupakan oleh bangsa ini. Ulama dan umara adalah dua entitas yang tak bisa dipisahkan,” imbuhnya.

Menurut dia, umara dan ulama ibarat dua sisi mata uang yang saling menguatkan dan menyatukan bangsa ini. Karena itu, menurut Fachrul, MUI selama ini selalu tampil ketika ada upaya untuk memecah bangsa.

“Setiap ada upaya memecah belah bangsa dengan membawa bendera agama MUI selalu tampil dengan fatwa-fatwa yang meluruskan dan menyejukkan,” katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, dikatakannya, bangsa Indonesia telah memanggil semua elemen bangsa untuk bersatu dalam barisan, sehingga dapat menanggulangi dampak Covid-19. Menurut dia, fatwa MUI tentunya akan sangat didengar dan diikuti oleh umat.

“Bagi Kemenag, MUI adalah mitra strategis yang utama. Banyak fatwa yang telah diterbitkan dan itu sangat berhubungan dengan tugas-tugas Kemenag dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” jelasnya. (L/R4/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)