MENAG RESMI LUNCURKAN WEBSITE RESMI PROGRAM 5000 DOKTOR

(Foto: Rana/MINA)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) dalam Konferensi Pers Peluncuran Website Resmi 500 Doktor. (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 18 Jumadil Awwal 1436/9 Maret 2015 (MINA)– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi meluncurkan website resmiprogram 5000 doktor  yang beralamat di www.scholarship.kemenag.go.id dan Program 10.000 santri tahfidz Al-Quran.

Peluncuran program tersebut  digelar di Operation Room Gedung Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Senin.

“Ada dua alasan, kenapa Kemenag luncurkan program ini. Pertama,  ingin menjaga dan memelihara tradisi yang sudah baik. Kedua, ingin melahirkan sejumlah intelektual muslim yang handal di Republik ini,” kata Menag, seperti sebagaimana siaran pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Lukman mengatakan, sejak tahun 60–70-an, Kementerian Agama sudah banyak melahirkan Intelektual muslim, seperti;  Gusdur, Zakiyah Drajat, Din Syamsuddin, Azyumardi Azra, Nur Cholis Madjid, dan sebagainya.

“Mereka adalah intelektual Muslim Indonesia yang sempat merasakan program beasiswa Kementerian Agama untuk belajar di luar negeri,” kata Lukman.

Lukman juga mengatakan, pihaknya ingin tetap menjaga, dan syukur-syukur dapat mengembangkan yang sudah baik itu. Selain itu Kemenag ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban islam.

Menurut putera mantan Menag KH Saifuddin Zuhri (alm), bukan sesuatu yang mustahil menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam. Apalagi, di Indonesia terbukti Islam dapat hidup bersama dan saling menghormati dengan agama lainnya. Nilai-nilai Islam bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.

“Inilah yang tidak bisa didapatkan dibelahan dunia manapun. Jika ingin melihat Islam, lihatlah Indonesia,” ujar Menag.

Sebalumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menjelaskan dalam laporannya bahwa peluncuran website program 5000 doktor merupakan  tindaklanjut dari program 5000 Doktor yang sudah diluncurkan Presiden Jokowi di Istana Negara pada 19 Desember 2014 lalu.

Menurut Kamaruddin Amin, kajian Islam di Indonesia sudah luar biasa. Islam menjadi spootlight yang mendapat sorotan publik internasional. Bahkan, Indonesia menjadi pusat kajian Islam dan lokomotifnya adalah perguruan tinggi Islam.

“Namun, kami mengakui bahwa SDM Perguruan Tinggi Islam masih tergolong rendah. Baru sekitar 12 persen dosen yang memperoleh gelar doktor. Untuk itulah Kemenag menginisiasi program 5000 doktor ini,” kata Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menambahkan, program 5000 doktor diperuntukkan bagi dosen swasta dan negeri, tenaga kependidikan perguruan tinggi, serta orang-orang yang sedang bekerja di lembaga Pendidikan Islam. (T/P010/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0