MENAG RESMI TUTUP MUSABAQAH HAFALAN AL QUR’AN DAN HADIST

Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin saat menutup acara Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadis Tingkat Nasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Rahmahullah ke IV di Gedung Kemenag, Jl. Thamrin, Jakarta. (Foto: Kemenag)
Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin saat menutup acara Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadis Tingkat Nasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Rahmahullah ke IV di Gedung Kemenag, Jl. Thamrin, Jakarta. (Foto: Kemenag)

Jakarta, 20 Jumadil Awwal 1436/11 Maret 2015 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin secara resmi menutup Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadis Tingkat Nasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Rahmahullah ke IV di Gedung Kemenag, Jl. Thamrin, Jakarta, Rabu.

“Diharapkan dapat membangkitkan motivasi generasi muda muslim di Indonesia sebagai penerus misi Rasul yaitu “rahmatan lil’alamin yang handal dan berkualitas”, kata  Menag saat menutup acara Musabaqah Al Qur’an dan Hadist, seperti siaran pres resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.

Lukman mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas kerjasama dan dukungannya atas terselenggara Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadist, sebagai wujud mengembangkan dakwah, tarbiyah, dan ukhuwah, serta mempererat hubungan persahabatan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi dalam Bidang Pendidikan Agama dan Budaya.

“Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadis sangat bermanfaat dalam rangka memelihara kecintaan umat kepada Al Quran dan Hadis, serta menumbuhkan kesadaran kita dalam menggali hikmah yang terkandung didalamnya sebagai inspiransi membangun masa depan umat islam yang gemilang,” kata Lukman.

Menurut Menag, umat Islam dapat kembali meraih kembali puncak-puncak gemilangan peradaban di abad-abad mendatang, seperti kejayaan dimasa lampau jika kita benar-benar kembali kepada Al Quran dan Hadist.

“Hal tersebut sangat penting, karena telah banyak dikemukakan secara analisa sebab-sebab kemunduran umat Islam, yang salah satunya umat meninggalkan Al-Quran,” ujar Menag.

Lukman juga menambahkan, sains dan ilmu, merupakan pegetahuan yang salah satu isi pokoknya terkandung dalam kitab suci Al Quran. Bahkan, Allah SWT telah meletakan garis-garis besar sains dan ilmu pengetahuan dalam Al–Quran.

Diakhir sambutannya Menag berpesan bahwa umat Islam perlu menguasai ilmu-ilmu keagamaan yang berkaitan dengan Al Quran (ulumul Quran) dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hadis (ulumul hadis), serta tidak lupa ilmu-ilmu penunjang lainya, baik melalui jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.

Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Mustafa Ibrahim Al Mubarak, para Duta Besar Negara Islam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Dirjen Bimas Buddha Dasikin dan Kabalitbang dan Diklat Abdurahman Mas’oed. (T/P010/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0