Memahami Makna Shalawat

Shalawat merupakan pengingat bagi umat Islam untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dan menjadi suri tauladan bagi umat di dunia dalam segala aktifitas.

Salam berarti damai, sejahtera, aman sentosa dan selamat. Jadi saat seorang muslim membaca Shalawat untuk nabi, dimaksudkan mendoakan-Nya semoga tetap damai, sejahtera, aman  dan selalu mendapatkan keselamatan.

عن أنس بن مالك قال:قال رسول الله : «مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ»

رواه النسائي وأحمد وغيرهما وهو حديث صحيح.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”

Beberapa pekan lalu warga sejumlah negara Muslim, seperti Turki, Pakistan, Afghanistan, Lebanon, Palestina, termasuk warga Indonesia menggelar unjuk rasa turun ke jalan. Unjuk rasa dipicu oleh publikasi kartun Nabi Muhammad di Prancis dan komentar Presiden Emmanuel Macron yang dianggap menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan Islam yang mengkaitkan Islam dengan berbagai aksi teroris di Prancis.

Berbagai ekspresi di lapangan dilakukan para demonstran, bahkan ada yang membakar representasi bendera Prancis. dan juga seruan untuk memboikot produk Prancis yang high market dan branded. yang berupa kecaman-kecaman yang dialamatkan kepada Emmanuel Macron.

Shalawat atau Salawat (bahasa Arab: صلوات‎) adalah bentuk jamak dari kata salat yang berarti doa atau seruan kepada Allah. Membaca Shalawat untuk Nabi, memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah Subhanallah Wa Ta’ala.

Untuk nabi dengan ucapan, pernyataan serta pengharapan, semoga dia (nabi) sejahtera (beruntung, tak kurang suatu apapun, keadaannya tetap baik dan sehat).

Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an tentang Zikir dan Doa, menyebutkan, ‘Shalawat’adalah bentuk jamak [plural] dari kata ‘shalat’yang dari segi bahasa memiliki pelbagai makna. Jika ‘shalat’ dilakukan oleh seseorang  yang lebih rendah derajatnya kepada yang lebih tinggi atau dari manusia kepada Tuhan.

Maka ia berarti permohonan jika dilakukan oleh malaikat maka maknanya adalah maghfirah (ampunan) sedang bila ‘shalat’ dilakukan oleh Allah, maka maknanya adalah curahan rahmat.

Selawat adalah ungkapan diucapkan oleh umat beragama Islam setiap kali mereka merujuk pada nama Nabi Muhammad. Dalam bahasa apapun hal itu adalah tanda kehormatan dan penghargaan yang besar. Hal ini juga digunakan setiap kali mengatakan nama orang lain dilihat sebagai nabi besar (Isa, dan Musa).

Menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya, sesungguhnya berlipatgandanya pahala shalawat atas Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena shalawat bukan hanya mengandung satu kebaikan saja, melainkan mengandung banyak kebaikan.

Penulis berpendapat bahwa kita bershalawat atas Nabi adalah untuk mendapatkan berkah dari Allah bagi Muhammad, dan pada gilirannya, berkah untuk mereka sendiri.

Quran Surah Al-Ahzab;

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab :56).

Demikian dikatakan Ustaz Yusuf Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran, mengucapkan shalawat bisa pendek dengan: Shollawlloohu ‘alaa Muhammad. Bisa segitu saja. Ga usah panjang-panjang. Misal, buat yang sedang istiqomahin 100, 1000, atau 4000 shalawat buat Nabi. Gapapa. Itu lebih dari cukup juga kok. Bahkan 10 pun shalawat yang pendek, yang segini doang, cukup. Selebihnya, doa.

Yang dengan shalawat itu Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan kebinasaan, dengan sholawat itu pula Engkau memenuhi segala hajat kami, dan Engkau mensucikan segala dosa dan keburukan-keburukan kami.

Engkau juga mengangkat kami setinggi-tinggi derajat kemuliaan, dan engkau juga membuat kami sampai kepada tujuan paling puncak berupa segala kebaikan di saat hidup maupun setelah mati.

Manfaat dan keistimewaan shalawat disebutkan oleh Ibnul Qoyim Rahimahullah diantaranya;

Pertama, Shalawat merupakan salah satu sebab terpenuhinya kebutuhan dunia serta mensucikan hati seorang muslim.

Kedua, Shalawat adalah sebab ditambahkannya cahaya bagi seorang muslim ketika ia melintasi shirat diatas neraka jahannam yang gelap gulita diakhirat kelak.

Ketiga, Shalawat dapat menyebabkan adanya pujian dan sanjungan dari penduduk langit dan bumi terhadap orang yang mengucapkannya.

Keempat, Shalawat penyebab adanya berkah saat mengucapkannya, juga adanya berkah dalam amal perbuatan dan umurnya. Dengan bershalawat berarti anda telah memperdengarkan kepada para malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih perkataan yang membahagiakan jiwa dan menyenangkan pendengaran mereka.

Kelima, Bershalawat dapat menambah keimanan, dengan memperbanyak shalawat berarti seorang hamba telah menyiapkan amalan-amalan shalih sebagai bekalnya pada hari dimana  ia akan bahagia apa yang telah ia kerjakan berupa amal kebaikan dan ketaatan/ibadah.

Keenam, Shalawat merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah. Ucapan shalawat dan salam untuk Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam merupakan sebab bertambahnya cinta seorang muslim terhadap Nabinya. (A/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)