MENDAGRI PRANCIS BERTEKAD LINDUNGI UMAT ISLAM KORSIKA

Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve. (Foto:  dok.  The Jewish Press)
Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve. (Foto: dok. The Jewish Press)

Paris, 19 Rabi’ul Awwal 1437/31 Desember 2015 (MINA) – Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, Rabu (30/12), berjanji akan melindungi umat Islam di Pulau Korsika dari serangan lebih lanjut setelah insiden kekerasan terkait azan di luar kota Ajaccio pada 25 Desember lalu.

Puluhan orang mengepung dan menyerang kawasan pinggiran kota itu, terutama yang didiami imigran Muslim dan masuk ke ruang mushala lokal lalu merusak properti dan mencoba membakar kitab Al-Quran, sebelum mereka dibubarkan pasukan keamanan. Demikian laporan Kuna News, sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Serangan tersebut tampaknya dipicu oleh insiden pelemparan batu pada polisi dan petugas pemadam kebakaran oleh pemuda kota itu, yang melukai dua petugas pemadam kebakaran dan seorang polisi yang menanggapi telepon darurat.

Dua pemuda ditahan terkait insiden itu.

Menteri Dalam Negeri Perancis dalam pidatonya yang disampaikan di Korsika mengatakan, tindakan anti-Islam seperti itu tidak dapat diterima, menurut pernyataan pers yang dikeluarkan kantor Cazeneuve.

Setelah serangan Hari Natal, Cazeneuve segera meningkatkan keamanan terhadap mushala dan bangunan-bangunan milik masyarakat Muslim di Korsika.

“Perusakan terhadap tempat ibadah Muslim, juga terhadap sebuah toko yang diduga milik penduduk asal Arab, tidak dapat ditoleransi,” kata Menteri.

Tindakan kekerasan seperti itu “benar-benar bertentangan” dengan nilai-nilai Republik Perancis dan tradisi Korsika dan kekerasan anti-Muslim adalah “perilaku nakal”, ujarnya menambahkan.

Cazeneuve memuji kontribusi masyarakat Muslim dalam sejarah Perancis dan ia mengatakan, Muslim sama dengan warga lain di pulau itu yang telah membuat kontribusi membebaskan Korsika dalam Perang Dunia II, ketika satuan pasukan Maroko mendarat di sana
untuk membantu mengusir pasukan pendudukan Jerman.

“Untuk menghindari pengulangan tindakan rasis seperti itu, perlindungan tempat ibadah Muslim segera ditingkatkan di seluruh pulau,” kata Cazeneuve, seperti ditunjukkan dalam semua wilayah nasional.

“Islam adalah agama kedua di Korsika, seperti juga di seluruh wilayah Perancis,” kenangnya.

Dia juga menegaskan, kehadiran Muslim di Korsika berakar dalam sejarah dan ia terutama sekali sangat memuji orang-orang yang “berjuang dengan gagah berani bagi pembebasan pulau pada 1943”. (T/R07/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Widi Kusnadi

Editor: Rudi Hendrik