MENDIKBUD AJAK MASYARAKAT AWASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Wikipedia
Wikipedia

Jakarta, 16 Dzulqa’dah 1436/31 Agustus 2015 (MINA) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan, pendidikan harus menjadi gerakan dan pendidikan jangan dipandang semata-mata hanya sebagai program.

Menurutnya, pemerintah harus membuka dan memberikan ruang serta melibatkan semua pihak dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi pengelolaan pendidikan.

Baswedan menjelaskan, masalah-masalah yang timbul di sekolah-sekolah dikarenakan pengawasan tidak dilakukan dengan baik, demikian Kementerian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

“Orangtua siswa, bisa menjadi pengawas yang paling kritis pada sekolah karena orangtua berhak melihat perkembangan aktivitas anaknya di sekolah,” kata Baswedan.

“Melalui Gerakan Mengantar Anak Sekolah beberapa bulan lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin menghubungkan sekolah minimal dengan orangtua bahkan masyarakat,” ujarnya.

Baswedan mengungkapkan, saat ini Kemendikbud juga turut mengawasi pengelolaan pendidikan di daerah dan akan memberikan penilaian di setiap kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

“Banyak sekali masalah pengelolaan pendidikan di lapangan yang sebenarnya dapat dicegah misalnya pendirian sekolah. Pendirian sekolah itu dananya ada dan tinggal dilakukan eksekusi tetapi ada proses yang macet karena ada kebutuhan yang tidak diinformasikan dengan baik,” tuturnya.

Baswedan menghimbau, kepala daerah agar memiliki kepemimpinan yang baik dan berkomitmen tinggi dalam pengelolaan pendidikan.

“Kepala daerah sebaiknya memilih kepala dinas pendidikan di daerahnya yang memiliki kepemimpinan yang baik dan peduli terhadap masalah-masalah pendidikan di daerahnya,” ujarnya.

“Sekarang sudah saatnya Kemendikbud tidak diam,” tegas Baswedan. (T/P006/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0