Mendikbud Tinjau Program Revitalisasi di SMK Negeri 9 Bandung

Bandung, MINA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau perkembangan program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang disalurkan di SMK Negeri 9 Bandung.

Kunjungannya tersebut untuk memeriksa perkembangan program revitalisasi dengan program keahlian Pariwisata serta Seni dan Industri Kreatif.

Menurut Muhadjir, SMK Negeri 9 Bandung dipandang cukup sukses melaksanakan program revitalisasi.

“Terutama berkaitan dengan kurikulum karena sudah melibatkan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra. Bahkan dari pihak dunia usaha dan dunia industri mengirim tenaga-tenaga ahlinya untuk membantu langsung praktik siswa,” kata Muhadjir di SMK Negeri 9 Bandung, Kamis (21/2).

Muhadjir berharap dalam jangka panjang, semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan bersama mitra dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Intinya praktiknya anak-anak itu tidak boleh praktik mainan. Tetapi praktik yang hasilnya sesuai dengan standar industri dan usaha, dan produknya harus bisa dijamin bahwa itu bisa dipasarkan paling tidak oleh mitra industri,” ujarnya.

Selama 3 tahun terakhir total bantuan yang disalurkan melalui Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencapai Rp4,339 miliar.

SMK Negeri 9 Bandung memiliki 1.605 siswa dan 106 guru. Secara umum, profil lulusan tahun 2018 paling banyak terserap ke dunia kerja yakni sebanyak 232 orang. Lainnya melanjutkan studi sebanyak 149 orang, dan 48 orang tercatat berwirausaha.

Program Revitalisasi SMK merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.

Program Revitalisasi SMK meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan DUDI; inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan abad 21; pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; standarisasi sarana dan prasarana utama; pemutakhiran program kerja sama industri; pengelolaan dan penataan lembaga; serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi. (R/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)