BERBUKA puasa (ifthar) merupakan momen yang dinantikan setiap Muslim saat menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW telah memberikan contoh terbaik dalam tata cara berbuka yang sarat dengan hikmah dan keberkahan.
Meneladani sunnah beliau tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung manfaat kesehatan dan spiritual.
Berikut tata cara berbuka puasa sesuai teladan Rasulullah SAW, dilengkapi dalil Al-Qur’an dan hadis yang shahih.
1. Menyegerakan Buka Puasa saat Waktu Telah Tiba
Baca Juga: Mempertahankan Kefitrahan Manusia
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk segera berbuka begitu waktu maghrib tiba. Hal ini sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap nikmat Allah SWT.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
2. Membaca Doa Sebelum Berbuka
Baca Juga: 10 Sebab Kenapa Amerika Sering Bantu Israel
Rasulullah SAW membaca doa singkat sebelum menyantap hidangan berbuka. Doa ini menjadi pengingat bahwa nikmat berbuka berasal dari Allah SWT.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Daud)
3. Berbuka dengan Kurma atau Air
Baca Juga: Masjid Agung Jawa Tengah, Perpaduan Arsitektur Jawa, Arab, dan Eropa
Sunnah Rasulullah SAW adalah berbuka dengan kurma rutab (kurma segar) atau tamr (kurma kering). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan air putih.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Nabi SAW berbuka dengan beberapa kurma segar sebelum shalat (maghrib). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Kurma mengandung glukosa yang cepat mengembalikan energi, sedangkan air membantu rehidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
Baca Juga: 12 Faktor, Fakta dan Data Kehancuran Israel
4. Makan Secara Sederhana dan Tidak Berlebihan
Rasulullah SAW mengajarkan untuk tidak berlebihan saat berbuka. Beliau bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ
“Tidak ada wadah yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya.” (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: 10 Daftar Kejahatan Amerika dan Israel Terhadap Palestina
Beliau hanya makan secukupnya dan menghindari sikap rakus, sebagai bentuk keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan ruhani.
5. Berbagi Hidangan Buka Puasa
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berbagi hidangan berbuka, karena pahalanya sangat besar.
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Baca Juga: Melanjutkan Amal Profesional di Bulan Syawwal
“Siapa yang memberi makan orang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Meneladani cara berbuka puasa Rasulullah SAW bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan.
Dengan mengikuti sunnah beliau, kita meraih keberkahan dunia dan akhirat. Semoga ibadah puasa kita semakin berkualitas dan diterima di sisi-Nya.
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Baca Juga: Ketupat, Apa Artinya?
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Mari sebarkan sunnah ini agar menjadi amal jariyah yang tidak terputus! []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Memaknai Tradisi Halal Bihalal Idul Fitri