Mengejutkan, Aliansi Arab Rebut 15 Kursi dalam Pemilu Israel

Gaza, MINA – Aliansi partai-partai Arab secara mengejutkan dan pertama kali merebut 15 kursi Parlemen (Knesset) dalam pemilu yang baru saja diadakan, sehingga tak ada partai Yahudi yang mendapatkan suara mayoritas 60+1 di Parlemen agar berhak membentuk sendiri pemerintah.

Ikhwal ini menimbulkan kemarahan partai-partai Yahudi termasuk dari Partai Likud pimpinan PM Benyamin Netanyahu yang kini memerintah dan sedang berusaha memenangkan pemilu untuk terus berkuasa.

Seorang menteri kabinet Israel dari partai Likud, Menteri Transportasi Bezalel Smotrich, merendahkan perwakilan terpilih warga negara Palestina lewat media sosial. “Warga Palestina tak tahu berterima kasih,” demikian Palestine24post melaporkan, dikutip MINA, Rabu (4/2).

Pimpinan partai oposisi terbesar, Biru-Putih, Benny Gantz juga melontarkan kalimat rasis terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Israel. “Hanya partai Yahudi juga yang bisa mengalahkan Netanyahu yang korup,” katanya.

Outlet berita sayap kanan Arutz Sheva mengatakan pernyataan Menteri Transportasi Pendudukan Israel Bezalel Smotrich adalah menanggapi tweet sebelumnya oleh Ketua Koalisi Arab, Ayman Odeh.

Odeh, yang aliansinya tampak telah mengamankan 15 kursi bersejarah di Knesset, mengatakan ia menanggapi komentar rasis oleh Ketua Partai Biru-Putih Benny Gantz.

Gantz mengatakan hanya mayoritas Yahudi yang dapat mengalahkan Perdana Menteri Pendudukan Israel yang korup, Benjamin Netanyahu.

Pemimpin faksi oposisi terbesar Israel itu menyatakan pula, ia takkan mengajak Koalisi Gabungan yang mewakili Arab bila ia membentuk kabinet koalisi.

Setelah hasil pemilihan umm Israel dalam setahun tidak menghasilkan partai Yahudi yang meraih mayoritas, Ayman Odeh membuat postingan di tweeter : “Tidak ada yang memiliki mayoritas Yahudi”.

Segera ditanggapi oleh Smotrich seorang nasionalis sayap kanan yang terkenal dan pendukung perusahaan permukiman Tepi Barat : s: “Ayman, Anda tahu betul bahwa Anda dan teman-teman Anda yang tak tahu terima kasih tinggal di sini dalam demokrasi yang makmur dengan hak-hak sipil dan kehidupan yang baik hanya karena ada mayoritas Yahudi di sini. ”

Smotrich juga mengatakan “jika tidak, hidup Anda akan terlihat seperti kehidupan sebagian besar saudara anda di negara-negara Arab di sekitarnya.”

“Mungkin jika Anda mencoba sedikit berfikir, Anda akan mulai menghargai mayoritas Yahudi di sini,” katanya. (T/cha/B03/P1).

Mi’raj News Agency (MINA)