Mengembalikan Fungsi Masjid Solusi Kebangkitan Umat

Yogyakarta, 29 Syawwal 1437/3 Agustus 2016 (MINA) – Majelis Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir, ASP mengatakan mengembalikan fungsi masjid merupakan solusi kebangkitan umat.

“Jika umat ingin bangkit, maka masjid mesti menjadi pusat peradaban,” kata Jazir kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) saat ditemui di kantornya, Yogyakarta, beberapa hari lalu.

Jazir yang telah 15 tahun menjadi Ketua Takmir Masjid Jogokaryan mengatakan peradaban tumbuh melalui tradisi keilmuan dan tradisi perubahan, semua tumbuh dari masjid.

“Masjid bisa melakukan perubahan, seperti perubahan sosial. Masyarakat yang tadinya komunis menjadi masyarakat yang agamis, yang tadinya miskin menjadi sejahtera, semua dilakukan dari masjid gak bisa dari tempat lain,” tuturnya.

Mantan Ketua Koordinasi Dakwah di Masjid Jogokaryan itu juga menjelaskan sudah sejak dulu masjid menjadi pusat pengetahuan berbagai disiplin ilmu, seperti pada masa Umar bin Khattab.

“Di masa umar di Masjid Nabawi setidaknya ada 50 halaqoh, mereka belajar matematika, hukum, militer, ekonomi, dan berbagai displin ilmu lainnya,” terangnya.

Maka, lanjut Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM itu, universitas pertama di dunia ini dimulai dari masjid yaitu Masjid di Al-Qayrawan di Fez, Maroko.

“Di sanalah ilmu kedokteran dikembangkan oleh Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan melahirkan ilmuan-ilmuan besar yang kita kenal seperti,” imbuhnya.

Jazir manyayangkan banyak masjid besar yang berdiri beralih fungsi menjadi objek wisata.

“Miris mendengar jika masjid dikunjungi hanya sebagai objek wisata. Datang ke masjid hanya sebatas shalat, berkunjung kemudian pulang,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa fungsi masjid adalah tempat pusat perubahan. Karenanya saat ini dia dan pengurus masjid Jogokaryan sedang menggalakkan kesadaran kepada umat Islam dengan tagline “dari masjid membangun kampung indonesia dari masjid menyiakan pemimpin Indonesia.” (L/P004/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)