Menhan Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Turki

Jakarta, MINA – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada Senin (25/11) malam bertolak melakukan kunjungan kerja ke Turki.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Menhan Turki, Hulusi Akar di Ibukota Turki, Ankara.

“Terkait kerjasama industri pertahanan Indonesia Turki dan kerjasama bidang pertahanan antar kedua negara,” kata Dahnil, melalui pesan singkat yang dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu Agency Senin (25/11).

Prabowo rencananya juga akan menghadiri sejumlah agenda dengan Menhan Hulusi Akar dan Pemerintah Turki di Istanbul.

Perlu diketahui, Indonesia dan Turki pernah melakukan kerja sama di bidang industri pertahanan. Pindad Indonesia dan FNSS Turki menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015 lalu. Perancangan tank tersebut dimulai Februari 2016 lalu.

Setelah diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT, sedangkan Indonesia menamainya Tank Harimau.

Pada tanggal 1 November 2016, tank tersebut diperkenalkan ke publik selama pameran Indo Defence tahun 2016.

Kaplan MT atau Tank Harimau juga sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI pada 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten.

Tank harimau telah dinyatakan lulus uji tembak yang digelar oleh PT Pindad beberapa waktu lalu. Selain Tank, Turki juga tengah melakukan upaya kerja sama dengan Indonesia dalam pengadaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Perusahaan Turkish Aerospace Industry (TAI) telah mengikuti proses tender pengadaan UAV sejak tahun lalu, namun hingga kini belum diputuskan.

Empat perusahaan pertahanan Turki masuk dalam 100 perusahaan pertahanan paling bergengsi di dunia tahun 2019 versi situs defensenews.com.

Di antaranya Aselsan, perusahaan elektronik pertahanan terbesar di Turki, menempati peringkat ke-52 dalam daftar, naik dari yang ke-55 tahun lalu.

Turkish Aerospace Industries Inc (TAI) menduduki peringkat ke-69 dan perusahaan teknologi pertahanan STM berada di peringkat ke-85. Produsen rudal Roketsan berada di peringkat ke-89 dalam daftar itu. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)