Yerusalem, MINA – Menteri Pertahanan (Menhan) Iarael Yoav Galant menggambarkan terbunuhnya tentara Israel dalam pertempuran melawan Hamas di Gaza sebagai pukulan yang kejam dan menyakitkan.
Menurut Gallant yang dikutip Farsnews, Rabu (1/11), bahwa ada “pencapaian besar” yang diperoleh melalui pertempuran sengit di Jalur Gaza, sayangnya harus dibayar mahal
Pernyataan Menhan Gallant tersebut muncul setelah pasukannya mengakui, bahwa sejauh ini 11 tentara telah tewas dalam pertempuran melawan pejuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Sebelumnya, media Israel mengatakan, pendudukan Israel mengakui terbunuhnya sembilan tentaranya dalam pertempuran di Jalur Gaza utara, selain melukai empat orang lainnya.
Baca Juga: Israel Akui 66 Tentaranya Cedera dalam 24 Jam
Media tersebut menambahkan, sembilan tentara yang tewas tersebut berasal dari Brigade Givati dan terkena rudal anti-tank di Jalur Gaza utara, sehingga jumlah tentara Israel yang tewas menjadi 326 orang.
Situs berita Israel “Walah” mengungkapkan, sembilan tentara tewas setelah rudal anti-tank ditembakkan ke kendaraan lapis baja “Namer” yang mereka tumpangi.
Ditambahkan, berdasarkan klausul “diizinkan untuk dipublikasikan”, dua personel dari patroli milik kesatuan Brigade Givati tewas dalam bentrokan dengan perlawanan Palestina di Jalur Gaza utara, dua tentara lainnya terluka parah. (T/B04/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menteri Keuangan Israel Serukan Pendudukan Penuh di Gaza Utara