Moskow, MINA – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, ribuan “sukarelawan” dari Timur Tengah meminta untuk berperang di Ukraina/
Pernyataan ini yang tampaknya membenarkan laporan sebelumnya di media internasional bahwa Rusia merekrut tentara bayaran Suriah. The New Arab melaporkan, Ahad (13/3).
Sebelumnya ia mengatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Jumat (11/3), 16.000 “sukarelawan” dari Timur Tengah siap untuk berperang.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan kepada wartawan pada hari yang sama, “sebagian besar orang yang ingin dan diminta [untuk berperang] adalah warga negara di Timur Tengah dan Suriah.”
Baca Juga: AS Tutup Wilayah Udara Venezuela
Pejabat Rusia tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung angka-angka ini.
Pernyataan itu menyusul klaim yang dibuat pekan lalu oleh pejabat AS dan dilaporkan oleh harian AS Wall Street Journal, bahwa Rusia merekrut tentara bayaran Suriah yang berpengalaman dalam perang gerilya perkotaan untuk berperang di Ukraina.
Pada hari Kamis (10/3), Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, kalung pengenal yang menampilkan nomor telepon Suriah telah ditemukan di tubuh tentara bayaran Rusia yang terbunuh.
Halaman media sosial yang terkait dengan rezim Suriah telah berbagi informasi tentang “sukarelawan” untuk berperang di Ukraina dan tentang imbalan finansial, Alaraby Al Jadeed melaporkan.
Baca Juga: Krisis Pangan di Sudan Meluas, 21 Juta Jiwa Terancam
Rusia adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad ketika perang pecah di negaranya.
Rusia memasuki konflik Suriah pada tahun 2015 dan mengubah gelombang pertempuran yang menguntungkan pemerintah melalui operasi pengeboman besar-besaran.
Selama beberapa tahun terakhir, Rusia dan Turki telah memanfaatkan pengaruh mereka masing-masing di Suriah. Kedua negara merekrut ratusan warga Suriah untuk memperjuangkan sekutu mereka masing-masing di luar negeri, terutama di Libya dan di Naborno-Karabakh.
Banyak warga Suriah ditarik ke dalam pekerjaan berbahaya ini, yang sering diiklankan sebagai tugas penjagaan dan keamanan terbatas di tengah keputusasaan hidup dan meningkatnya kemiskinan.
Baca Juga: Spanyol Dukung Israel Dikeluarkan dari Kontes Lagu Eurovision 2026
Sumber di kota Hama yang dikuasai pemerintah Suriah mengatakan kepada harian itu, tentara Rusia menawarkan gaji bulanan berkisar antara 300 hingga 600 dolar kepada warga Suriah yang tertarik untuk berperang di Ukraina.
Awal bulan ini, Ukraina juga mengumumkan pembentukan kontingen sukarelawan asing yang akan memerangi pasukan Rusia bersama angkatan bersenjatanya. (T/RI-1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Parlemen Eropa Setujui Pembatasan Medsos untuk Remaja di Bawah 16 Tahun















Mina Indonesia
Mina Arabic