Meningkatnya Islamophobia di AS, Karena Makin Berkembangnya Islam di Sana

Oleh: Rohullah Fauziah Alhakim, Wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Situasi Islam di Amerika Serikat. Apa yang Anda pikirkan tentang hal itu? Islamophobia.

Itulah yang sebagian banyak orang pikirkan tentang situasi Islam di AS. Banyak orang berfikir umat Islam di AS tidak bebas beribadah, berjilbab, berjenggot, bahkan sulit untuk mendapatkan pendidikan. Tidak bisa dipungkiri, memang seperti itulah faktanya yang diberitakan media.

AS Lindungi Islam

Menurut Shamsi Ali, Pendiri Nusantara Foundation yang juga pernah menjabat sebagai Imam Islamic Center di New York, Amerika Serikat (AS), berita-berita tentang situasi Islam di Amerika banyak hal-hal yang tidak sesuai. Ada yang berlebihan.

Berlebihan, misalnya ketika dikatakan bahwa umat Islam tidak bebas menjalankan agamanya, kenapa Shamsi Ali katakan berlebihan? Karena ternyata AS itu memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk menjalankan agamanya dan itu dijamin oleh undang-undang.

Contohnya, baru-baru ini ada seorang wanita dipecat dari pekerjaannya di salah satu perusahaan pakaian karena memakai jilbab. Akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan dan wanita ini dimenangkan.

Bukan hanya dimenangkan, karena ini termasuk kasus diskriminasi maka ia dianggap terganggu secara psikologis, karena itu ia diberikan kompensasi kemudian juga dikembalikan pada pekerjaannya tersebut.

Jadi, banyak informasi-informasi yang perlu di klarifikasi karena seolah-olah kita tidak bisa menjalankan Islam di Amerika Serikat, termasuk misalnya pelajar-pelajar tidak bisa memakai jilbab. Padahal hampir di seluruh universitas di Amerika itu ada MSA (Muslim Students Association), dan takdir Allah, Shamsi Ali juga sebagai pembina MSA.

Shamsi Ali keliling ke beberapa universitas, memberikan ceramah, dan ia melihat banyak mahasiswa perempuan yang berjilbab.

Malah baru-baru ini, mahasiswa keturunan Somalia menjadi salah satu pelajar tercermerlang se-Amerika Serikat. Dia seorang Muslim dan berjilbab.

Bahkan di White House, Barack Obama punya penasehat dalam bidang dunia Islam bernama Dalia Mogahed, wanita keturunan Mesir dan berjilbab rapi. Itu adalah bukti bahwa Islam diterima di Amerika, meskipun ada deskriminasi, kita akui. Donald Trump misalnya dan politisi anti Islam lainnya, itu memang ada dan terjadi di mana-mana.

Namun secara umum, Islam tidak terbendung di Amerika Serikat.

Jadi secara mendasar, kebebasan beragama termasuk agama Islam di Amerika itu dijamin oleh konstitusi. Para pejabat pemerintah yang tidak melakukan itu berarti melanggar undang-undang.

Islamophobia Meningkat, Islam pun Meningkat

Masalah Islamophobia nampak seperti kontroversi di AS, seperti paradoks.muslimgirls_flag

Di satu sisi Islamophobia meningkat, dan di sisi lain Islam juga meningkat. Nah, sehingga bisa diambil kesimpulan posititive thinking bahwa meningginya Islamophobia di Amerika itu adalah salah satu indikasi bahwa Islam berkembang di sana.

Karena Islam semakin berkembang jadi semakin banyak orang yang tidak senang atau orang yang semakin takut kepada Islam.

Shamsi Ali sendiri tidak khawatir atau berputus asa tentang Islamophobia, ia justru melihat Islamophobia malah membantu perkembangan Islam.

Contohnya, ketika ada seorang pastor membakar Al-Quran di Florida, Shamsi Ali mendatangi beberapa Gereja di New York, kemudian ia tanya kepada pendetanya, “Jika ada orang Islam yang gila membunuh, anda selalu mengatakan kepada saya, sebagai pemimpin Islam apa yang anda lakukan? Sekarang ada Pastor yang gila membakar Al-Quran, sebagai pendeta apa yang anda lakukan?”

Gereja-gereja ini kemudian melakukan workshop tentang Al-Quran dan Shamsi Ali diundang sebagai pembicara tentang Al-Quran dan akhirnya beberapa jama’ahnya masuk Islam karena belajar Al-Quran.

Tips Singkat Dakwah Shamsi Ali

Pertama, saat kita berdakwah itu harus dengan hati. Maksudnya  apa yang kita sampaikan itu harus diyakini dulu. Jadi ketika kita menyampaikan bahwa Islam itu damai, maka mari kita damai. Ketika kita mengatakan Islam berkemajuan, maka mari kita membangun kemajuan. Jika kita menyampaikan kepada mereka Islam itu adalah agama keadilan, maka mari kita menegakkan keadilan. Jadi sampaikan apa yang ada di hati kita dan keyakinan kita.

Kedua, bahasa yang kita pakai adalah harus bahasa yang bisa dipahami oleh mereka. Bukan komunikasi yang intimidasi atau yang mengusir orang, namun gunakan bahasa yang dipahami dan bisa menarik mereka.

Ketiga, selalu menyampaikan Islam ini dengan cara-cara yang rasional karena bukan hanya di Barat, tapi dunia kita ini adalah dunia keterbukaan, jadi semua itu dibangun di atas asas rasionalitas. Islam berkembang di Amerika itu salah satunya adalah karena dianggap agama yang paling rasional, yaitu agama yang bisa menyatukan hati dan pikiran.

Kenapa banyak anak muda dan orang-orang yang pintar, profesional masuk Islam? Karena mereka mendapatkan bahwa konsep teologis Katolik misalnya, itu bertentangan dengan pikiran mereka. Hati masih tetap beragama, tapi pikiran mereka tidak bisa menerima. Dan Islam bisa menjawab persoalan seperti itu.

Jika Donald Trump menjadi Presiden

Menurut Shamsi Ali, Donald Trump ini penasehat militernya pintar, pintarnya begini, semenjak Barack Obama terpilih menjadi Presiden, banyak orang-orang kulit putih yang merasa asli Amerika merasa sakit hati, walaupun Obama orang asli lahir di Amerika, tapi tetap dianggap imigran, kenapa imigran? Karena bapaknya orang Kenya. Sehingga ketika ia terpilih menjadi Presiden ada orang-orang Amerika khususnya orang kulit putih yang merasa asli orang Amerika, padahal kulit putih tidak semuanya asli Amerika dan banyak pendatang, merasa tersinggung atau marah.

Kemarahan segmen masyarakat Amerika ini ditangkap oleh penasehat militer Trump, sehingga Trump satu-satunya yang bisa dijual adalah anti imigran, anti Islam, anti Asia, jadi anti-anti inilah yang menjadi senjata atau pancingan untuk mendapatkan dukungan.

Sebab kalau Donald Trump maju dengan modal biasa seperti politisi lainnya, ia tidak bisa menjual karena dia tidak punya modal apa-apa.

Sekarang ini bisa dikatakan dia akan menjadi calon Partai  Republik untuk pemilihan presiden bulan Nopember mendatang,  namun kita tidak tahu rencana Allah.

Shamsi Ali mengatakan, “Saya kira dia tidak akan terpilih, karena orang-orang Republikan sendiri banyak yang tidak senang kepada Donald Trump, bahkan Ketua Kongres (Parlemen) yang juga dari Partai Republik, sampai sekarang belum memberikan dukungan kepada Trump. Jadi saya optimis dia tidak terpilih, tapi itu semua ada di tangan Allah.”

Nah bagaimana jika ia terpilih?  Tidak perlu terlalu khawatir tentang ini. Allah punya rencana Indah untuk umat-Nya.

Lagipula sudah terbukti, main luas fobi terhadap Islam di Amerika Serikat, adalah karena makin berkembangnya Islam. Maknanya aksi anti Islam itu jutsru membuat makin banyak warga AS yuang secara rasional memutuskan memeluk agama Islam.

(L/P006/P2)

(Sumber: Wawancara Shamsi Ali)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)