Menjaga Kesehatan dengan Menghilangkan Penyakit Hati (Oleh: Imaam Yakhsyallah Mansur)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Q.S. Al-Baqarah; 2:10:

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambahkan penyakitnya itu; dan mereka mendapat siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”

Dalam “Ighâtsatul Lahfân,” Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa penyakit hati sangat berbahaya. Allah mencela orang yang berpenyakit hati, yaitu syahwat dan syubhat.

Syahwat adalah maksiat badan seperti berzina, membunuh, dan mencuri (termasuk korupsi – pen.). Syubhat berhubungan dengan rohani seperti nifak, ragu akan kebenaran Islam, dan menolak hadis sahih.

Penyakit hati ini sering muncul kepada orang munafik.

Penyakit hati yang juga sangat berbahaya adalah dengki. Dengki dapat menimbulkan dengki dapat menimbulkan kegoncangan jiwa. Pendengki akan membenci orang yang mendapat nikmat Allah.

Dalam “Ihya Ulumuddin,” Al-Ghazali menukil kan ucapan sebagian ulama Salaf, yaitu “Sesungguhnya permulaan segala kesalahan adalah kedengkian. Iblis dengki kepada Nabi Adam Alaihissalam karena kedudukannya yang diperolehnya, sehingga menyebabkan ia enggan menghormatinya. Jadi ia didorong oleh kedengkian sampai berbuat selalu maksiat yang besar.”

Menurut Al-Ghazali untuk mengobati kedengkian dapat dilakukan dengan bertawadhu kepada orang yang didengki, menyatakan pujian dan kegembiraan atas kenikmatan yang diperolehnya.

Ada empat istilah yang digunakan Al-Quran dalam menunjukkan arti hati yaitu shadr, qolb, fuad, dan albab.

Shadr merupakan hati bagian luar, qalbu merupakan lapisan kedua yang berisi prinsip-prinsip pengetahuan yang mendasar. fuad merupakan lapisan ketiga untuk melengkapi qolb, sedang albab (jamak dari lubb) merupakan lapisan hati paling dalam dan merupakan intisari hati.

Orang yang menggunakan shadr, qolb, dan fuad bisa baik atau buruk. Tetapi kalau menggunakan albab pasti baik.

Menurut Dr. Hamid Al-Ghaubi, dampak buruk dari bahaya iri hati atau sifat dengki yang ditinjau dalam perspektif kesehatan, yaitu:

(1) Munculnya reaksi kejiwaan bagi pendengki sebagaimana gangguan pada kelenjar pankreas. Jika kondisi pangkreas semakin buruk, bukan tidak mungkin maka ia menderita penyakit gangguan ginjal.

(2) Dampak lain yang ditimbulkan dari sifat dengki yaitu akan menimbulkan rasa sakit pada bagian dalam tubuh dan dapat membuat yang bersangkutan menjadi kurus.

(3) Selain itu, sifat dengki akan menyebabkan adanya perubahan raut muka dan yang paling parah dapat memicu penyakit jantung.

Oleh karena itu, dengan hilangnya berbagai macam penyakit hati, hidup manusia akan sehat. (AK/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

*Tulisan ini merupakan rangkaian artikel berseri yang ditulis Imaam Yakhsyallah Mansur dengan tema utama “Mutiara Al-Quran untuk Kesehatan”