Menjelang Ramadhan, Bantuan Kemanusiaan Masih Dibutuhkan

Gaza, MINA  – Menjelang Ramadhan tahun 2021 penduduk Palestina masih dikepung duka. Bantuan kemanusiaan dari para dermawan masih menjadi harapan mereka di sana.

Lembaga Nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar terus mendampingi Palestina, termasuk saat Ramadan nanti, demikian keterangan yang diterima MINA, Ahad (14/3).

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT mengatakan,  berbagai program kemanusiaan siap hadir untuk penduduk Palestina di Ramadan mendatang. Armada kemanusiaan, berbagai fasilitas, termasuk Kantor Cabang ACT Palestina akan terus menghadirkan kebaikan yang datang dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.

“Pemenuhan pangan jadi salah satu fokus kami mendampingi penduduk Palestina. Humanity Food Truck siap menghidangkan makanan siap santap nan lezat di momen buka puasa dan sahur,” jelas Said, Sabtu (13/3) dari Gaza-Palestina.

Selain makan siap santap, di momen Ramadan, ACT juga akan mendistribusikan bantuan pangan ke keluarga prasejahtera di Palestina. Paket pangan tersebut akan berisi makanan pokok yang biasa mereka santap dengan target seribu penerima manfaat.

“Bantuan mushaf Al-Qur’an, bingkisan Ramadan dan lebaran, pakaian baru, Wakaf Rumah Palestina, Sumur Wakaf hingga karpet baru untuk masjid juga akan kami siapkan. Semua kebaikan tersebut merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia,” tambah Said.

Pembangunan Wakaf Rumah Palestina oleh ACT dimulai. Nantiya, rumah akan diperuntukkan bagi warga Palestina prasejahtera yang kehilangan rumah akibat serangan Israel.

Pandemi di Palestina memang membawa dampak besar. Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), seperti dilansir dari Aljazeera, menyatakan, sosial ekonomi Palestina akan lebih terpuruk akibat pandemi yang melanda. Hal ini diperparah karena hingga kini Israel masih menduduki Palestina dengan blokadenya. Kondisi inilah yang kemudian berdampak besar pada perekonomian negara tempat lahir Imam Syafi’I tersebut.

Di Indonesia, Ramadan 2021 akan jadi yang kedua kali selama masa pandemi Covid-19. Kehidupan masyarakat belum sepenuhnya pulih, ekonomi belum stabil, aktivitas masih terbatas, begitu juga dengan kesehatan yang masih terancam. Hal ini tak hanya dirasakan masyarakat Indonesia. Di Palestina, penduduknya pun merasakan hal serupa, malah lebih berat karena hingga kini mereka masih dirundung konflik kemanusiaan. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)