Menlu AS Terpilih Dikenal Anti-Islam

Mike Pompeo dipilih sebagai Menlu AS baru. Foto: Getty Image
Washington DC, MINA – Pada Juni 2013, setelah kejadian ledakan pada festival maraton Boston, mantan anggota Kongres Mike Pompeo yang kini dipilih sebagai menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) yang baru, berbicara di depan dewan perwakilan dan mengkritik para pemimpin Muslim di seluruh AS, karena gagal mengecam serangan tersebut.
Direktur CIA itu juga sempat mengatakan, “diamnya (mereka) mengindikasikan para pemimpin Islam di seluruh Amerika berpotensi terlibat dalam tindakan terorisme ini,” kata Pompeo sebagaimana dikutip The New York Magazine.
Sikap anti-Islam Pompeo bukanlah sebuah rahasia lagi, sebagai pejabat dia bisa mengatakan hal itu karena ketidaktahuannya terhadap Islam.  Namun, setelah dia jadi Menlu AS nanti, pernyataan anti-Islamnya bisa menjadi sesuatu yang besar.
“Sebagai diplomat tertinggi untuk Amerika Serikat, sangat penting bahwa Menlu  melakukan agenda kebijakan luar negeri yang tidak merendahkan masyarakat Amerika,” kata Hoda Hawa dari Dewan Urusan Publik Muslim kepada Huffington Post.
Hoda juga mengatakan, penunjukkan Pompeo berpotensi menyakiti citra bangsa AS dan hubungan dengan pemain kunci di masyarakat internasional.
Pompeo juga seorang pejabat yang selama bertahun-tahun berusaha membuat Ikhwanul Muslimin dianggap menjadi kelompok teroris, dan usahanya berbuah hasil.
Dia juga pernah menjadi narasumber langganan di acara radio Frank Gaffney dan pernah mengungkapkan bahwa mantan Presiden AS Barack Obama punya kedekatan dengan ISIS.  Pada 2016, dia mengklaim  “orang-orang yang sangat percaya bahwa Islam  jalan kebenaran” adalah “ancaman bagi Amerika.”
Berbicara untuk NBC News, pengacara dan aktivis Muslim Arsalan Iftikhar mengatakan, nominasi Pompeo membuktikan bahwa “diplomasi pluralistik terhadap dunia Muslim bahkan tidak penting sama sekali” bagi Donald Trump.
Meskipun ditunjuk oleh Trump untuk menggantikan Rex Tillerson, Pompeo tetap harus melewati kongres untuk melalui uji fit and proper test. (T/RE1/RI-1)
Miraj News Agency (MINA)