Menlu Mesir Sameh Shoukry: Israel Rusak Perdamaian yang Ada di Palestina

Jakarta, 28 Jumadil awwal 1437/7 Maret 2016 (MINA) – Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, menegaskan bahwa Israel telah merusak perdamaian yang ada di Palestina. Untuk itu, negara-negara Islam harus bersatu untuk melawan aktivitas dan tindakan  ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina.

“Mesir mengutuk segala kegiatan yang dilakukan oleh Israel di teritori tersebut dan juga di Tepi Barat,” tegas Sameh Shoukry, demikian keterangan pers Setneg yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA) saat Upacara Pembukaaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (7/3).

Ia menyerukan agar negara-negara Timur Tengah, meskipun ada kompleksitas terkait dengan isu Palestina, tetapi isu ini harus menjadi isu yang terdepan bagi Negara-negara Arab untuk mendapatkan solusi yang adil bagi Palestina.

Partisipasi Mesir di forum Islam yang penting ini menekankan peran sejarah yang dimainkan oleh negara itu untuk mendukung masalah Palestina selama beberapa dekade dalam membantu rakyat Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah dan membangun negara merdeka mereka dengan Al-Quds sebagai ibukotanya.

Saat ini empat juta pengungsi Palestina ada di luar wilayahnya. Jumlah penduduk Palestina di Al-Quds terus berkurang. Saat ini, terdata hanya sekitar 36,8% penduduk Al-Quds yang merupakan warga Palestina.

Keadaan mereka pun tidak bias dibilang baik, 75% penduduk Palestina hidup dibawah garis kemiskinan, hanya 41% anak-anak Palestina bersekolah, dan 36% yang kesulitan memperoleh akses air bersih.

 Resolusi Dukung Al-Quds

Presiden Palestina mengungkapkan penghargaan yang tinggi atas upaya OKI yang ingin menyeleggarakan KTT ini. Rakyat Palestina selama tujuh dekade berada di bawah pendudukan Israel, dan ini merupakan pendudukan paling lama dari manusia modern di dunia.

Masyarakat Palestina membutuhkan dukungan dari seluruh dunia, karena warga Palestina berhak menjalankan kehidupan yang damai seperti warga dunia lainnya.

Situs suci baik situs Islam dan Kristen mengalami kerusakan yang parah, ada kebijakan destruktrif dan isolasi yang dilakukan Israel. Selain itu, Israel semakin memperburuk keadaan warga Palestina dengan memberlakukan pajak yang tinggi, tidak memperbolehkan kepemilikan gedung, dan menghancurkan rumah-rumah, dan Israel berusaha mengubah konflik ini menjadi konflik agama.

Resolusi mendukung Al-Quds adalah tugas yang harus diselesaikan, maka perlu melakukan upaya untuk terus bekerja bagi Palestina dan saudara-saudara Islam yang ada di sana.(T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)