Menlu Palestina Desak Selamatkan Solusi Dua Negara

Foto: Maan

Brussel, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riyad al-Malki, Selasa (5/2), menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan solusi dua negara bagi konflik Palestina-Israel. Dia juga memperingatkan tindakan-tindakan rasis sepihak Israel terhadap rakyat Palestina.

Al-Malki memimpin delegasi Palestina di Ibu kota Belgia, Brussel, untuk menghadiri pertemuan tingkat Menteri Arab-Eropa dalam persiapan perdana (Konferensi Tingkat Tinggi) KTT Uni Eropa-Arab, yang dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Mesir di Sharm El-Sheikh pada 24-25 Februari mendatang, seperti dilaporkan Maan News Agency, Rabu (6/2), dikutip MINA.

Dalam pertemuan itu, Al-Malki memperingatkan proyek permukiman rasisme Israel yang menargetkan wilayah Palestina, dan melakukan segala upaya untuk mencegah pembentukan Negara Palestina yang independen secara geografis di perbatasan 1967, di mana Kota Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kotanya.

Dia juga menambahkan, pelanggaran Israel semacam itu akan mengagalkan solusi dua negara tersebut dan mencegah pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Dia mengucapkan terima kasih atas penyaluran dana untuk dukungan Badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina atau UNRWA. Dia juga meminta masyarakat internasional melanjutkan dukungannya, utamanya bagi negara-negara Eropa agar mengakui negara Palestina yang berdaulat.

Al-Malki juga memperingatkan terhadap ketidakpatuhan Israel dalam perjanjian yang ditandatangani, tentang keputusan Israel untuk mengusir Kehadiran Pemantau Internasional Sementara di Hebron (TIPH), serta menentang pemindahan warga Palestina dan pembongkaran proyek-proyek yang didanai internasional, termasuk sekolah yang didanai Uni Eropa.

Dia menegaskan, kembali kepada visi Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menciptakan perdamaian, sertamenyerukan diadakannya konferensi perdamaian internasional pembentukan kelompok multilateral untuk melindungi dan mencapai perdamaian sesuai dengan resolusi PBB.

Para peserta dalam pertemuan itu menekankan pentingnya penyelesaian masalah Palestina berdasarkan solusi dua negara untuk stabilitas kawasan. (T/R03/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)