MENLU PALESTINA SEBUT NEGARANYA UJIAN TERBESAR BAGI DUNIA

Menlu Palestina Riyad Al-Malki. Foto: Rina/MINA
Menlu Palestina Riyad Al-Malki. Foto: Rina/MINA

Jakarta, 2 Rabiul Awal 1437/14 Desember 2015 (MINA) – Menlu Palestina Riyad Al-Malki mengatakan kekerasan dan penjajahan terhadap Palestina menjadi ujian kemanusiaan bagi dunia internasional untuk segera diselesaikan, karena penjajahan di tanah suci semakin tidak manusiawi.

“Palestina masih menjadi ujian terbesar bagi dunia internasional, sebuah ujian yang harus berhasil diselesaikan,” katanya dalam pidato pembukaan pada Konferensi Internasional Seputar Yerusalem (Al-Quds)  di hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/12).

Menurutnya, dunia sejauh ini gagal membuat suatu mekanisme untuk mempertahankan Palestina secara umum dan Yerusalem secara khusus dari penghancuran akibat penjajahan.

Al-Maliki yang tiba di Jakarta pagi ini menjelaskan kasus-kasus yang menimpa rakyat Palestina sebagai akibat dari penindasan harian Israel. Salah satu kasus yang terjadi sampai hari ini adalah penggusuran rumah warga Palestina di berbagai lokasi seperti di area Al-Quds, Yerusalem Timur.

Hingga kini, warga Palestina tidak lagi mendapatkan akses perumahan karena digantikan oleh pembangunan permukiman Israel yang semakin banyak setiap tahunnya.

Menurut Al-Maliki, Israel selalu menyalahi kesepakatan yang mereka sendiri tanda tangani sebelumnya, salah satunya adalah mengenai isu Yerusalem tersebut.

“Yerusalem dikepung dari dalam dan luar, Israel terus berusaha membagi-bagi area Harm Al-Sharif (Al-Quds) agar terjadi ketegangan terus menerus di area itu,” tegasnya.

Di hadapan para peserta konferensi yang hadir dari berbagai negara, ia menuntut aksi boikot dunia diberlakukan untuk menghentikan pembangunan permukiman di area-area tanah pendudukan.

“Dunia harus ikut menghentikan aksi ini dengan menyebutnya sebagai tindakan terorisme,” katanya.

Konferensi Yerusalem dibuka hari ini oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan ia menekankan kembali dukungan Indonesia untuk Palestina.

Menurut Retno, isu Yerusalem merupakan salah satu akar permasalahan konflik Israel Palestina yang berlangsung hingga hari ini.

Indonesia menekankan dukungannya untuk negosiasi kedua pihak guna mencapai solusi politik yang disepakati dalam negosiasi yang tertunda sebelumnya.(L/P007/R04/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)