Menlu Retno: Indonesia Jadi Ketua DK PBB Kembali Agustus Ini

Jakarta, MINA – Pada Agustus mendatang, Indonesia kembali mendapat giliran menjadi Ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB). Presidensi di DK PBB ini menjadi yang kedua setelah bulan Mei 2019 lalu.

“Agustus ini menjadi bulan spesial bagi Indonesia, pada Agustus ini Indonesia memegang presidensi di DK PBB, ini adalah presidensi Indonesia yang kedua setelah Mei 2019 kita memegang presidensi DK PBB dengan tema investing in peace atau menabur benih perdamaian,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual baru-baru ini seperti dikutip MINA pada Senin (27/7).

“Kali ini, temanya tidak jauh berbeda, yakni advancing suistanable peace atau memajukan perdamaian yang abadi,” ujarnya.

Menurutnya, presidensi DK PBB kali ini menjadi spesial lantaran dilakukan di tengah pandemi, namun ia mengajak anggota-anggota DK PBB untuk tetap serius dalam menangani ancaman perdamaian dunia sebagai kesuksesan menangani pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Pada saat hampir semua perhatian kita terpusat pada upaya penanganan pandemi, jangan sampai kita terlupa untuk terus memajukan perdamaian,” katanya.

Selama presidensi, Indonesia akan melakukan tiga acara utama, pertama, Meeting on the Linkage of Counter-Terrorism and Organized Crimes (Pertemuan tentang Keterkaitan Perlawanan Terorisme dan Kejahatan Terorganisir) pada 6 Agustus 2020.

Kedua, Meeting on Pandemics and the Challenges of Sustaining Peace (Pertemuan Pandemi dan Tantangan pada Pelestarian Perdamaian) pada 12 Agustus 2020.

Ketiga, Arria Formula on Cyber and Protection of Civilians (Formula Arria tentang Siber dan Perlindungan Sipil) pada 26 Agustus 2020.

“Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, karena semakin maraknya serangan siber kepada infrastruktur sipil seperti rumah sakit dan bandara, terutama di masa pandemi,” ucap Retno.

Selain tiga acara utama, Indonesia juga akan memimpin setidaknya 14 pertemuan yang membahas upaya perdamaian di berbagai belahan dunia, seperti Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon, Somalia, Korea Utara, Guinea Bissau dan laporan strategis mengenai ISIL. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)