Menlu Retno Terima Utusan Khusus PEA Bahas Krisis Qatar

Foto: Kemlu RI

Jakarta, 20 Ramadhan 1438/15 Juni 2017 – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno L.P Marsudi, menerima utusan khusus presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Abdul Rahman bin Mohammed Al-Owais yang saat ini menjabat Menteri Kesehatan dan Pencegahan PEA di Gedung Pancasila, Kamis (15/6).

Dalam pembicaraan keduanya, Utusan Khusus PEA menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia untuk membantu penyelesaian damai krisis di Kawasan Teluk. Dalam hal ini, Indonesia dinilai sebagai negara yang bersahabat kepada semua pihak, dan terus berupaya menciptakan kondisi kondusif bagi berlangsungnya dialog.

Kepada Utusan Khusus PEA, Menlu RI menyampaikan kembali, Indonesia mengikuti secara dekat dan prihatin dengan perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini, demikian keterangan pers Kemlu RI yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kedua Menteri sepakat bahwa upaya mediasi yang tengah dilakukan oleh Kuwait adalah langkah terbaik. Indonesia dan PEA mendukung langkah mediasi yang digagas oleh Kuwait ini.

Menlu Retno menggarisbawahi pula pentingnya semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan langkah-langkah yang akan memperburuk situasi. Menlu Retno juga berharap semua pihak selalu mengedepankan dialog dan rekonsiliasi dengan menjajaki semua jalan damai yang memungkinkan.

Lebih lanjut Menlu Retno  mengharapkan setiap pihak dapat menjadi bagian dari solusi, karena jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, ramifikasinya akan sangat luas, baik bagi dunia Islam, maupun keamanan global.

Sejak krisis Qatar mengemuka, Menlu Retno telah melakukan upaya komunikasi dengan sejumlah Menlu dari negara kunci, seperti Arab Saudi, PEA dan Qatar yang menjadi pihak dalam konflik, maupun dengan Menlu lainnya, antara lain Uni Eropa, Jerman, Turki, Kuwait, dan Iran yang dipandang dapat berkontribusi terhadap penyelesaian konflik.

Secara khusus Menlu menginformasikan dua kali komunikasinya dengan Menlu Kuwait, karena Kuwait dipandang dapat berperan sebagai penengah seperti saat terjadi krisis politik serupa pada tahun 2014.

Agenda pembicaraan lainnya adalah isu-isu yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama kedua negara, termasuk rencana kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Angkatan Bersenjata PEA ke Indonesia.

Selain itu, Menlu Retno terus berkoordinasi dengan Dubes Indonesia untuk Doha, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi, untuk memastikan keselamatan dan keamanan para WNI di Doha yang saat ini berjumlah sekitar 29 ribu.

Dubes Indonesia untuk Doha juga telah melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan. Dalam rangka meningkatkan perlindungan, telah dibentuk Satgas khusus.

“Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan,” ujar Menlu Retno.(T/R04/B05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)