Menlu RI dan Menlu Saudi Bahas Palestina

Jakarta, MINA – Sidang Komisi Bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi dan Menlu Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir membahas sejumlah isu termasuk  Palestina. 

“Di tengah berbagai macam tantangan dunia saat ini, tantangan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah juga semakin besar. Stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercipta tanpa perdamaian dan kemerdekaan Palestina,” ujar Menlu Retno dalam pernyataan pers usai sidang komisi  di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (23/10). 

Menlu Retno menegaskan, kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama berjuang bagi tercapainya kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution.

“Sebagai dua negara muslim yang besar, Indonesia bersama dengan Arab Saudi ingin terus melakukan kerjasama untuk menyuarakan perdamaian, toleransi, dan penyelesaian konflik secara damai,” tambahnya. 

Ia juga mengatakan, tantangan dunia semakin besar. Energi untuk perdamaian dan kemanusian sangat penting untuk lebih ditingkatkan. 

Sementara itu, Menlu Al-Jubeir mengatakan, pihaknya akan bekerja sama lebih dekat soal Palestina, misalnya dalam pengembangan kapasitas. 

Tidak hanya mengenai isu Palestina, kedua Menlu juga membahas kerja sama  memerangi radikalisme dan terorisme  juga menjadi perhatian Indonesia dan Arab Saudi. 

Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme mengingat semakin besarnya bahaya yang ditimbulkan dari rdikalisme dan terorisme itu sendiri,” ujar Menlu Retno.

Dalam rangka kunjungan ke Indonesia, Menlu Saudi sehari sebelumnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor yang antara lain membicarakan kasus terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi yang mengakibatkan dunia internasional banyak mengecam kerajaan itu. (L/R04/P1) 

Mi’raj News Agency (MINA)