Menlu RI: Indonesia – Korsel Harus Terus Intensifkan Kerja Sama Ekonomi

Seoul, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI menegaskan pentingnya untuk intensifkan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan, khususnya kerja sama industri, dalam menghadapi gejolak perekonomian global.

Hal tersebut disampaikan Menlu RI, Retno Marsudi, kepada Menlu Korea Selatan, Kang Kyung-Hwa, saat melakukan pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Seoul. (26/07)

Kedua Menlu sepakat pentingnya memanfaatkan berbagai peluang dari Special Strategic Partnership yang disepakati oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in pada November 2017 lalu. Demikian ketrangan tertulis Kemlu RI yang dikutip MINA.

“Di tengah trend proteksionisme ini, kedua negara perlu untuk terus melipatgandakan upaya bersama memanfaatkan berbagai peluang dagang dan mendorong sistem ekonomi yang terbuka,” ujarnya.

Dibidang perdagangan Menlu RI secara khusus menyambut baik meningkatnya nilai perdagang kedua negara yang pada tahun 2017 mencapai USD 16.31 milyar dibanding tahun 2016 yang hanya USD 13.68 milyar.

Dibidang investasi, Menlu Retno juga mendorong Korea Selatan untuk terus tingkatkan investasinya di Indonesia, seperti pada tahun 2017 yang meningkat 100% dibanding 2016, dari USD 1.06 milyar (2016) mencapai USD 2.02 milyar (2017).

Terkait dengan terjadinya kecelakaan 2 kapal ikan asal Korea Selatan di peraian Jepang, yang mengakibatkan 3 ABK asal Indonesia hilang hari ini (26/07),

Menlu Retno  secara khusus meminta agar Pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian tinggi dalam melakukan proses pencarian.

“Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri, oleh karena itu saya mohon bantuan Pemerintah Korea Selatan agar pencarian terus dilakukan terhadap ketiga ABK Indonesia tersebut” tegasnya.

Selain peningkatan kerja sama bilateral, kedua Menlu perempuan ini juga bertukar pikiran tentang berbagai perkembangan strategis di kawasan dan dunia. Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus adalah perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Ia kembali menegaskan harapan dan dukungan Indonesia bagi proses perdamaian dan denuklirisasi, menyusul serangkaian pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, serta pertemuan Pemimpin Korea Utara dan Presiden AS.

Sebagai Anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020, Menlu RI juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi agar DK PBB terus mengambil langkah yang terukur dalam mendorong proses perdamaian di Semenanjung Korea yang damai dan bebas nuklir.

“Tadi Menlu Kang menyampaikan langsung perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea. Saya kembali menegaskan pentingnya follow-up dari kedua KTT yang telah dilakukan dalam menuju perdamaian semenanjung Korea,” jelas Menlu Retno.

Sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Menlu Retno akan bertemu Presiden Moon Jae-In pada Jumat 27 Juli 2018.(L/R04/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)