Menlu RI ke Bahrain, Bahas Penguatan Kerjasama Ekonomi

Manama, MINA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi, melakukan kunjungan kerja singkat selama satu hari di Manama, Bahrain pada Selasa (3/9). Penguatan kerjasama ekonomi merupakan fokus dari pembahasan selama kunjungannya.

Selama kunjungan, Menlu Retno telah melakukan pertemuan dengan Menlu Bahrain, Syaikh Khalid bin Ahmed bin Mohammed Al-Khalifa, Perdana Menteri HRH Pangeran Khalifa bin Salman Al-Khalifa, Putera Mahkota HRH Pangeran Salman bin Hamad Al-Khalifa, dan Ketua Umum KADIN Bahrain, Sameer Abdulla Ahmed Nass.

Beberapa kerjasama ekonomi yang dibahas, antara lain kesepakatan untuk merundingan perjanjian investasi dan meningkatkan kontak langsung antara pengusaha kedua negara. Bahrain berencana untuk mengirim misi dagang ke Indonesia dalam tahun ini.

Indonesia menyampaikan potensi yang dimiliki di bidang industri strategis. Kedua Menlu mendorong agar masing-masing pihak berpartisipasi dalam Defence Exhibition, baik yang diselenggarakan di Bahrain (Oktober) maupun di Indonesia (November).

“Industri pesawat terbang, seragam militer, perawatan missile RBS 17 dan Helikopter C-130 adalah contoh nyata kerjasama industri strategis yang dapat dilakukan Indonesia-Bahrain,” jelas Retno.

Selain sektor ekonomi, Kedua Menlu juga membahas upaya bersama untuk menanggulangi kejahatan trans-nasional seperti Terorisme dan perdagangan manusia.

Kedua Menlu sepakat untuk membuat MoU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). MoU ini penting bagi Indonesia untuk menghindari kejahatan TPPO dan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Bahrain dan negara teluk pada umumnya.

Dalam berbagai pertemuan, Perdana Menteri dan Putera Mahkota Bahrain menyampaikan keinginannya untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ke Indonesia juga akan dimanfaatkan untuk meresmikan Kedutaan Besar Bahrain di Jakarta.

Dalam rangkaian pertemuan, Menlu RI juga membahas perkembangan situasi di Kawasan dan global yang menjadi kepentingan bersama. Secara khusus, isu Palestina juga dibahas dalam berbagai pertemuan.

Kedua Menlu memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya dukungan bagi perjuangan Palestina. Bahrain menghargai peran aktif Indonesia dalam membela perjuangan rakyat Palestina.

Hubungan diplomatik RI-Bahrain secara resmi dimulai pada 1976. Berdasarkan data Kementerian  Perdagangan RI, total perdagangan RI-Bahrain pada 2018 mencapai 116.613 juta dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai 46.67 juta dolar AS. Sementara pada 2017, total perdagangan mencapai 206.308 juta dolar, dengan nilai ekspor mencapai 47.348 juta dolar. (T/Sj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)