Menlu RI Resmikan Migas Corner di KBRI Kuwait

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi meresmikan Migas Corner pertama di KBRI Kuwait City pada Ahad (1/9) (foto:dok/Kemlu RI)

Kuwait City, MINA – Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi meresmikan Migas Corner di KBRI Kuwait City pada Ahad (1/9), yang merupakan Corner pertama di KBRI di luar negeri,  menandai peran penting Perwakilan RI untuk menarik investor bidang migas di Indonesia.

“Migas Corner akan memudahkan investor di sektor Migas untuk mengetahui potensi eksplorasi Migas dari Sabang sampai Merauke di Indonesia tanpa harus ke Indonesia”, ujar Menlu RI.

Migas Corner juga dilengkapi dengan koleksi literatur dan informasi terkini mengenai industri hulu sektor migas di Indonesia dan potensi sumber daya yang dimiliki, serta profil pelaku usaha terkait industri minyak dan gas di Indonesia.

“Melalui kemajuan teknologi, kita akan mendekatkan potensi migas Indonesia kepada investor di luar negeri” tambah Retno.

Keberadaan Migas Corner ini akan memberikan informasi secara rinci kepada stakeholder bisnis migas di Kuwait mengenai berbagai perkembangan industri hulu migas di Indonesia.

“Migas Corner di KBRI Kuwait adalah yang pertama dan kita tidak akan berhenti. Migas Corner juga akan dibuat di Perwakilan RI di seluruh dunia khususnya di negara yang memiliki potensi besar kerja sama di sektor Migas” tambah Retno.

Peluncuran Migas Corner di KBRI Kuwait ini dilakukan sebelum digelarnya pertemuan Sidang Komisi Pertama RI-Kuwait yang dipimpin oleh Menlu RI bersama dengan Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah, pada Senin (2/9) di Kuwait City.

“Saya berharap, Migas Corner ini akan menjadi etalase terdepan Indonesia dalam menarik investor Kuwait di bidang migas di Indonesia” tandas Retno.

Saat ini, Indonesia fokus mengeksplorasi 10 titik utama di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan dengan total sumber daya migas yang terevaluasi adalah sekitar 10 miliar setara barel minyak bumi.

Kuwait adalah salah satu mitra energi yang pertama dan terbesar di Indonesia, dengan nilai impor migas dari Kuwait mencapai 214 juta dolar (2018). Nilai perdagangan kedua negara mencapai lebih dari 403 juta dolar (2018).

KUFPEC, perusahaan minyak milik Kuwait telah menjadi mitra Indonesia dalam mengeksplorasi potensi migas di Indonesia sejak tahun 1980-an. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)