Menlu RI Serukan Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

Foto: PTRI Jenewa

New York, MINA – ​Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan penggunaan nuklir untuk tujuan damai dalam pertemuan General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia (International Atomic Energy Agency/IAEA).

“Saat ini dunia masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman senjat nuklir dan perlombaan senjata nuklir masih terus terjadi,” ujar Menlu dalam keterangan persnya, Selasa (21/9).

Namun pada saat yang sama, nuklir juga dapat digunakan untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Untuk itu, tiga aspek penting harus dipastikan, yaitu keselamatan, keamanan dan perlindungan nuklir.

“Kita harus terus mendorong penggunaan nuklir untuk tujuan damai,” kata Menlu RI dalam acara yang digelar secara virtual pada 20-24 September 2021

Salah satu aplikasinya adalah penggunaan teknologi nuklir untuk mengembangkan varietas padi yang unggul. Sejak 2013, Indonesia yang diwakili oleh Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman Pangan (PAIR) bekerja sama dengan IAEA dan Badan Pangan Dunia (FAO) telah mengembangkan 23 varietas padi baru.

Kiprah Indonesia tersebut diapresiasi oleh dunia internasional sehingga mendapatkan penghargaan FAO/IAEA Outstanding Achievement Award sebanyak dua kali, yaitu di 2014 dan 2021.

Selain itu, teknologi nuklir juga dapat berperan dalam upaya mengatasi pandemi, yaitu untuk mendeteksi varian virus baru dan mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung IAEA dalam meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir negara-negara berkembang melalui kerja sama teknis yang inklusif, termasuk melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.

“Mari kita lanjutkan kerja kolektif untuk ‘mempercepat dan memperluas kontribusi energi atom bagi perdamaian, kesehatan, dan kemakmuran’ sebagaimana yang tercantum dalam Piagam IAEA,” kata Menlu.

General Conference merupakan Konferensi tahunan di Markas PBB Wina, Austria sejak tahun 1956 yang diselenggarakan bagi negara-negara anggota IAEA untuk menentukan arah kebijakan dalam menjamin penggunaan energi dan teknologi nuklir semata-mata untuk tujuan damai. (R/RE1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)