Menlu Temui Menteri Besar Penang Titip Pesan Perlindungan WNI

Menlu RI bertemu dengan Menteri Besar Penang Tun Dato’ Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara (Kamis, 16/3). Foto: Kemlu RI

 

Penang, 17 Jumadil Akhir 1438/16 Maret 2017 (MINA) – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P Marsudi bertemu dengan Menteri Besar Penang, Tun Dato’ Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara, Penang, Malaysia, Kamis (16/3).

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menitipkan pesan perlindungan WNI. Tercatat sekitar 80 ribu TKI tinggal dan bekerja di berbagai sektor di Penang. Demikian keterangan pers Kemlu RI.

Menteri Besar Penang menyampaikan terima kasih atas kontribusi penting TKI terhadap pembangunan Penang dan Malaysia pada umumnya.

Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir menjelaskan tujuan lawatan 3 hari Menlu Retno ke Penang dan Johor Bahru, Malaysia.

“Menlu Retno Marsudi kunjungi Penang dan Johor Bahru untuk bertemu dan berdialog dengan para WNI di kedua negara bagian Malaysia tersebut. Kunjungan Menlu bertujuan untuk penguatan perlindungan dan pelayanan WNI di luar negeri, terutama di sentra-sentra TKI. Saat ini, tercatat lebih dari 1,4 juta WNI menetap secara resmi di Malaysia,” jelasnya.

Dalam lawatan ini, Menlu Retno juga ingin memastikan bahwa negara hadir untuk para WNI di manapun mereka berada. Tiga strategi utama yang selalu menjadi dasar dalam perlindungan WNI adalah tindakan preventif, deteksi dini dan immediate response.

Arrmanatha Nasir menjelaskan terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh perwakilan Indonesia untuk perkuat layanan terhadap para WNI. “Termasuk KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru yang telah berinovasi untuk meningkatkan sistem pelayanan kekonsuleran dan pelayanan paspor sehingga semakin efektif dan efisien,” pungkasnya.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian dimana terdapat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar, setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.(T/R04/P1)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)